PALU, NARASITA – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Mei 2026 tercatat mengalami kenaikan tipis. Data resmi menunjukkan bahwa angka Pengangguran Sulteng mencapai 2,97 persen, meningkat 0,02 persen poin dibandingkan dengan kondisi Februari 2026.
Jumlah angkatan kerja di Sulawesi Tengah pada Mei 2026 mencapai 1.683,64 ribu orang. Angka ini mencerminkan dinamika pasar kerja di provinsi tersebut.
Meskipun terjadi kenaikan pengangguran, jumlah penduduk yang bekerja justru menunjukkan peningkatan. Pada Mei 2026, sebanyak 1.633,67 ribu orang tercatat bekerja, naik 10,72 ribu orang dari Februari 2026. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Pengangguran Sulteng, dengan 633,69 ribu orang atau sekitar 38,79 persen.
Peningkatan juga terlihat pada pekerja formal. Sebanyak 577,66 ribu orang, atau 35,36 persen dari total pekerja, beraktivitas di kegiatan formal. Angka ini naik 1,00 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah juga menyoroti fenomena setengah penganggur dan pekerja paruh waktu. Persentase setengah penganggur naik 1,11 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun 0,57 persen poin dibanding Februari 2026.
Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi di Sulawesi Tengah pada Mei 2026 ditemukan pada jenjang pendidikan Diploma I/II/III. Angka Pengangguran Sulteng di jenjang ini mencapai 10,56 persen, menunjukkan tantangan tersendiri bagi lulusan diploma di pasar kerja lokal.





