LECCE, NARASITA – Pelatih Lecce, Eusebio Di Francesco, secara terang-terangan mengakui Lecce gagal total dalam pertandingan giornata kedua Serie A saat dikalahkan AS Roma dengan skor telak 0-4 di Stadion Via del Mare pada 31/08. Di Francesco menyatakan timnya tampil tanpa agresivitas dan kalah di semua duel krusial melawan tim tamu.

Kekalahan Di Francesco akui Lecce gagal tersebut menjadi tamparan keras bagi Giallorossi di awal musim. Dominasi Roma terlihat sejak peluit awal, di mana mereka berhasil menguasai lini tengah dan memenangkan duel-duel perebutan bola.

AS Roma menunjukkan performa superior, mendikte jalannya pertandingan dan tidak memberikan kesempatan bagi Lecce untuk mengembangkan permainan. Kemenangan telak 4-0 ini menegaskan kekuatan Roma dan membuat Di Francesco akui Lecce gagal total dalam meredam mereka.

“Kami gagal dalam segala aspek. Hari ini kami seperti tim yang kosong, tanpa kemampuan untuk bereaksi,” kata Eusebio Di Francesco, mengakui performa buruk timnya. Ia menegaskan bahwa kekalahan telak tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih. “Saya mengambil tanggung jawab atas kekalahan ini.”

Lecce tidak mampu menciptakan peluang berarti sepanjang pertandingan, mencerminkan ketidakmampuan mereka dalam membangun serangan efektif. Sementara itu, Roma berhasil memaksimalkan setiap kesempatan yang ada, menunjukkan agresivitas dan efisiensi yang tinggi.

Kekalahan ini menuntut evaluasi menyeluruh dari pihak Lecce, terutama terkait kelemahan dalam duel fisik dan organisasi permainan. Eusebio Di Francesco harus segera mencari solusi untuk membangkitkan mental tim agar tidak terpuruk lebih dalam di kompetisi Serie A.

Bagi AS Roma, kemenangan telak ini semakin memperkuat tren positif mereka di awal musim setelah sebelumnya juga meraih hasil memuaskan di laga pembuka. Kemenangan ini juga memberikan motivasi tambahan bagi Gasperini, pelatih Roma, yang dikabarkan memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi.

Di Francesco akui Lecce gagal secara menyeluruh, tidak hanya dari segi taktik, tetapi juga dari mentalitas para pemain di lapangan. Tugas berat menanti Di Francesco untuk memulihkan kepercayaan diri dan kinerja timnya dalam laga-laga Serie A berikutnya.