NASHVILLE, NARASITA – Penyanyi, penulis lagu, aktris, dan filantropis legendaris, Dolly Parton Meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Ikon musik country ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 80 tahun, meninggalkan warisan yang tak terhingga bagi dunia musik dan kemanusiaan.

Kabar duka mengenai meninggalnya Dolly Parton disampaikan langsung oleh keponakannya, Bryan Seaver, melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Dolly Parton. Meskipun penyebab resmi meninggalnya tidak diumumkan, Dolly Parton diketahui sempat terbuka mengenai masalah kesehatan kronis yang dihadapinya dalam beberapa bulan terakhir, termasuk batu ginjal dan gangguan imun.

“Dolly has lived in the light and is in the arms of Jesus,” kata Bryan Seaver, keponakan mendiang Dolly Parton, dalam video tersebut. Pernyataan keluarga juga menambahkan, “A rhinestone life that shone bright enough for the world to see.” Ungkapan ini merefleksikan kehidupan Dolly Parton yang penuh warna dan dampak positif.

Lahir pada 18 Januari 1946, Dolly Rebecca Parton Dean telah menorehkan jejak emas dalam karier musiknya. Ia telah menulis lebih dari 3.000 lagu, termasuk mahakarya seperti “Jolene,” “Coat of Many Colors,” dan “I Will Always Love You.” Warisan musik Dolly Parton mencakup 49 album studio dan lebih dari 100 album kompilasi atau kolaborasi yang tak terhitung jumlahnya.

Selama hidupnya, Dolly Parton meraih 11 Grammy Awards dan masuk dalam Rock & Roll Hall of Fame pada tahun 2022. Selain kiprahnya di dunia musik, ia juga dikenal sebagai pebisnis sukses dengan kepemilikan taman hiburan Dollywood di Tennessee. Semangat filantropinya juga tercermin melalui program Imagination Library yang didirikannya pada 1995. Program ini menyediakan buku gratis bagi anak-anak dan kini telah berskala nasional, membuktikan betapa besar dedikasi Dolly Parton terhadap pendidikan dan masyarakat.

Dampak dari Dolly Parton Meninggal ini terasa hingga ke tingkat tertinggi. Presiden Donald Trump memerintahkan agar bendera Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang hingga 1 September 2026 sebagai bentuk penghormatan. Penggemar diminta untuk meninggalkan pesan duka cita di situs resmi Dolly Parton, sementara industri musik berduka atas kehilangan sosok yang telah membuka jalan bagi generasi penyanyi dan penulis lagu lintas genre. Kepergian Dolly Parton terjadi setahun setelah suaminya, Carl Dean, meninggal dunia pada tahun 2025 setelah 59 tahun pernikahan mereka.