BANTEN & LAMPUNG, NARASITA – Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 06 September 2026 menyebabkan gangguan serius pada jalur penerbangan, memaksa tim sepak bola Banten Warriors membatalkan penerbangan mereka dan menempuh jalur darat dari Kediri menuju Banten. Kejadian ini terjadi setelah Banten Warriors melakoni laga tandang kontra Persik di GSIO Super League, menambah drama perjalanan tim jelang laga berikutnya.
Pembatalan penerbangan Banten Warriors ini merupakan dampak langsung dari kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai ketinggian ±3.000 meter. Kondisi ini membuat otoritas bandara menunda sejumlah penerbangan demi alasan keselamatan. Status Gunung Anak Krakatau sendiri saat ini berada pada Level II atau Waspada.
Demi menjaga keselamatan tim dan tetap fokus pada jadwal pertandingan yang padat, manajemen Banten Warriors memutuskan untuk mengambil jalur darat. Perjalanan panjang sekitar 12 jam dengan bus ditempuh pada 07 September 2026, langsung dari Kediri menuju markas di Banten.
“Keselamatan tim adalah prioritas. Kami memilih jalur darat agar persiapan tetap berjalan sesuai rencana,” kata manajemen Banten Warriors.
Keputusan menempuh perjalanan darat ini diambil menyusul pembatalan penerbangan yang seharusnya dijadwalkan pada 06 September 2026. Meskipun harus menghadapi perjalanan yang melelahkan, tim Banten Warriors tetap berupaya menjaga kondisi fisik dan mental mereka.
Tim Banten Warriors baru saja menyelesaikan laga tandang melawan Persik dengan skor imbang 1-1. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Persib Bandung pada 10 September 2026. Erupsi Anak Krakatau ganggu Banten Warriors, namun tim tetap berkomitmen untuk memberikan performa terbaik.





