LONDON, NARASITA – Menjelang musim 2026/27 Premier League, sebagian penggemar Chelsea FC menyuarakan kekhawatiran terkait kesiapan Estêvão Willian untuk langsung menjadi starter. Namun, kehadiran manajer baru Xabi Alonso diyakini akan menjadi kunci dalam mengembangkan bakat wonderkid asal Brasil ini di Stamford Bridge.

Estêvão Willian, yang baru berusia 19 tahun, merupakan rekrutan anyar Chelsea dari Palmeiras dan digadang-gadang sebagai salah satu talenta muda terbaik dari Brasil. Meski demikian, transisi ke Liga Premier Inggris kerap membutuhkan adaptasi, sehingga menimbulkan keraguan di kalangan suporter.

Xabi Alonso memiliki rekam jejak yang impresif dalam memoles pemain muda. Semasa melatih Bayer Leverkusen, ia berhasil membawa sejumlah pemain seperti Florian Wirtz, Granit Xhaka, Jeremie Frimpong, Victor Boniface, Alejandro Grimaldo, Piero Hincapié, dan Jonathan Tah mencapai performa terbaiknya. Filosofi Alonso berpusat pada pembentukan pemahaman peran dan peningkatan kualitas yang sudah dimiliki pemain, bukan menuntut kematangan instan.

Dengan pendekatan tersebut, Estêvão Willian di Chelsea diharapkan dapat berkembang secara bertahap. Bakat alaminya yang luar biasa akan dipadukan dengan metode kepelatihan Alonso, yang fokus pada pengembangan bertahap dan pemahaman taktis. Hal ini dapat menjadi senjata mematikan bagi lini serang The Blues di masa depan.

Strategi pengembangan ini menunjukkan bahwa Chelsea memiliki rencana jangka panjang untuk Estêvão Willian. Kehadiran Alonso memberikan optimisme bahwa sang winger akan mendapatkan lingkungan yang tepat untuk memaksimalkan potensinya dan mengatasi keraguan awal dari para penggemar.

“Dia tidak menuntut Estêvão untuk langsung datang sebagai pemain yang sudah matang sempurna,” ujar salah seorang penggemar, menggambarkan kepercayaan terhadap metode Alonso.