ROMA, NARASITA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi FIGC tarik dukungan Gianni Infantino dari pencalonan kembali sebagai Presiden FIFA. Keputusan FIGC ini menambah panjang daftar federasi Eropa yang menolak kepemimpinan Gianni Infantino, menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Pengumuman penarikan dukungan terhadap Gianni Infantino ini disampaikan pada 26 Agustus 2026. Alasan utama penarikan dukungan oleh FIGC dipicu oleh berbagai kebijakan kontroversial Infantino terkait tata kelola FIFA, termasuk rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta yang sempat menuai kecaman global.

Presiden FIGC, Giovanni Malagò, menjelaskan bahwa federasinya akan bekerja sama dengan UEFA dan federasi Eropa lainnya. Tujuannya adalah mempromosikan model sepak bola yang lebih berlandaskan merit, solidaritas, keberlanjutan, serta mengedepankan dukungan suporter.

Giovanni Malagò, yang menjabat Presiden FIGC sejak Juni 2026, menegaskan pentingnya visi sepak bola yang berbeda. Penarikan dukungan ini menjadi sinyal jelas ketidakpuasan Eropa terhadap arah kepemimpinan Gianni Infantino.

“Kami akan terus bekerja sama dengan UEFA dan federasi-federasi Eropa lainnya untuk mempromosikan visi sepak bola yang didasarkan pada prestasi, solidaritas, keberlanjutan, dan peran sentral para penggemar,” kata Giovanni Malagò.

Sebelum FIGC, beberapa negara Eropa lain seperti Inggris, Wales, Irlandia, dan negara-negara Nordik (Swedia, Finlandia, Denmark, Islandia, Kepulauan Faroe) juga telah menarik dukungan mereka. Rumania melalui Presiden Federasi Sepak Bola Rumania, Răzvan Burleanu, juga menolak mendukung Infantino.

“FIFA saat ini membutuhkan pemimpin baru yang dapat menciptakan konsensus dan persatuan, menumbuhkan kepercayaan, dan memiliki kemampuan untuk menyatukan kita semua,” ujar Răzvan Burleanu.

Posisi Gianni Infantino, yang telah menjabat Presiden FIFA sejak 2016, semakin terpojok. Tuduhan “penipuan” dari tiga konfederasi kontinental dan ancaman boikot dari UEFA semakin memperburuk situasinya. Meskipun rencana penjualan saham Piala Dunia telah dibatalkan, isu ini tetap menjadi salah satu pemicu utama penarikan dukungan.

Hingga saat ini, hanya beberapa negara seperti Maroko, Qatar, dan Lebanon yang masih menyatakan dukungan. Arab Saudi sendiri belum secara eksplisit menyatakan sikapnya. FIFA telah menetapkan batas waktu hingga 18 November 2026 untuk pengajuan kandidat penantang. Keputusan FIGC untuk FIGC tarik dukungan Gianni Infantino ini berpotensi membuka peluang besar bagi munculnya kandidat alternatif yang lebih diterima luas oleh komunitas sepak bola global.