GAYO LUES, NARASITA – Sebuah gempa Gayo Lues berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 11.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami, meskipun guncangan kuat terasa hingga beberapa daerah termasuk Medan.

Menurut data dari BMKG, pusat gempa Gayo Lues ini berlokasi 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, tepatnya pada koordinat 4,25 Lintang Utara dan 97,62 Bujur Timur. Gempa yang tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer ini menjadi penyebab guncangan terasa cukup luas.

Dampak guncangan gempa Gayo Lues dirasakan dengan intensitas berbeda di berbagai wilayah. Skala MMI V tercatat di Gayo Lues, sementara Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya merasakan guncangan III-IV. Bahkan, guncangan dengan skala MMI III juga terasa di kota-kota seperti Medan, Sibolga, dan Deli Serdang.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan akibat guncangan gempa Gayo Lues tersebut. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Warga di Kabupaten Gayo Lues dilaporkan merasakan guncangan yang cukup kuat, menyebabkan beberapa di antaranya berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh telah memulai pemantauan lapangan untuk mengecek kondisi bangunan dan fasilitas umum.

Wilayah Aceh memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena posisinya yang berada di jalur subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga. BMKG juga menyarankan agar menghindari bangunan yang mengalami keretakan dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.