BOGOTA, NARASITAGempa Kolombia berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/08) pagi, menyebabkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia dan puluhan bangunan runtuh. Guncangan kuat dari Gempa Kolombia ini juga melukai 87 orang lainnya, dengan tim penyelamat yang masih terus melakukan pencarian korban di lokasi terdampak.

Gempa Kolombia terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó, Kolombia. Sumber Gempa Kolombia yang berada pada kedalaman lebih dari 100 kilometer ini menyebabkan getaran terasa luas, termasuk di kota-kota seperti Cali, Pereira, Valle del Cauca, dan Manizales. Getaran Gempa Kolombia juga dilaporkan terasa hingga negara tetangga, Ekuador dan Panama.

Kerusakan akibat Gempa Kolombia ini meliputi sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Di beberapa area, petugas harus bekerja keras di antara reruntuhan untuk mencari warga yang membutuhkan pertolongan. Di kota Cali, sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara di Departemen Valle del Cauca, jumlah korban jiwa mencapai 27 orang.

Laporan awal menunjukkan sedikitnya 30 bangunan di Cali mengalami keruntuhan akibat Gempa Kolombia. Beberapa fasilitas transportasi, termasuk bandara, sempat ditutup sebagai langkah keselamatan pascagempa. Kerusakan infrastruktur akibat Gempa Kolombia ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat.

Proses evakuasi yang dramatis juga terjadi di Hospital Universitario del Valle (HUV) di Cali, di mana salah satu bagian bangunan rumah sakit mengalami kerusakan. Lima pasien, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak, sempat terjebak di bawah reruntuhan akibat Gempa Kolombia. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi mereka ke fasilitas sementara di area parkir rumah sakit.

Pemerintah Kolombia segera mengerahkan tim penyelamat untuk menangani korban dan mendata kerusakan akibat Gempa Kolombia. Gubernur Valle del Cauca, Dilian Francisca Toro, telah mengaktifkan protokol darurat dan mempertimbangkan penetapan status calamidad pública guna mempercepat penanganan dampak Gempa Kolombia. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan yang rusak.

Pereira, kota yang dikenal sebagai pusat industri kopi Kolombia, juga merasakan dampak Gempa Kolombia ini. Kerusakan infrastruktur berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi komoditas penting seperti kopi. Gangguan pada akses jalan dan fasilitas transportasi menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Hingga Selasa (11/08), proses pencarian korban, evakuasi, dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung. Jumlah korban maupun kerusakan diperkirakan dapat berubah seiring dengan pembaruan informasi dari otoritas setempat mengenai dampak Gempa Kolombia.