HUANCAYO, NARASITA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Andes di Peru pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, pukul 21.24 waktu setempat. Pusat gempa ini terletak sekitar 2 km barat daya Kota Sicaya, Provinsi Huancayo, Departemen Junín, dengan kedalaman 10 km, menyebabkan sedikitnya lima orang tewas, puluhan lainnya terluka, dan 300 warga mengungsi. Guncangan kuat akibat aktivitas tektonik di zona subduksi Lempeng Nazca ini meruntuhkan bangunan tradisional dan merusak situs warisan budaya, memicu kepanikan di kalangan warga terdampak Gempa Peru.
The United States Geological Survey (USGS) melaporkan Gempa Peru ini dengan magnitudo 5,5 dan kedalaman dangkal 10 km. Intensitas guncangan mencapai MMI VII (sangat kuat) di Chupaca dan VI (kuat) di Huancayo, menunjukkan dampak yang signifikan. Laporan awal menyebutkan 5 hingga 6 orang tewas dan antara 20 hingga 32 orang luka-luka, khususnya di distrik Chongos Bajo dan sekitarnya.
Penyebab Gempa Peru ini adalah pergerakan Lempeng Nazca yang menekan Lempeng Amerika Selatan. Struktur bangunan tradisional berbahan bata lumpur (adobe) di kawasan Andes sangat rentan terhadap guncangan hebat. Akibatnya, puluhan rumah roboh, beberapa fasilitas publik seperti gereja dan biara mengalami kerusakan serius, serta listrik padam di sejumlah distrik, menambah penderitaan warga.
“Penggunaan material adobe dalam konstruksi di kawasan Andes telah berkontribusi terhadap besarnya dampak dan kerusakan,” kata Luis Vásquez, Kepala Kantor Pertahanan Sipil setempat.
Pemerintah Peru melalui dinas kedaruratan segera merespons Gempa Peru ini dengan mengerahkan tim penyelamat dan bantuan darurat. Evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung di lokasi terdampak, termasuk di area reruntuhan bangunan. Bantuan darurat mulai didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
Instituto Nacional de Defensa Civil (INDECI) Peru menyatakan bahwa pendataan jumlah korban hilang masih terus dilakukan. “Jumlah korban hilang masih dalam proses pendataan. Tim penyelamat terus menyisir lokasi terdampak untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun reruntuhan,” bunyi pernyataan resmi dari otoritas Pertahanan Sipil Nasional Peru itu.
Risiko penambahan korban jiwa masih terbuka seiring belum selesainya pemeriksaan reruntuhan bangunan akibat Gempa Peru yang melanda.





