ROMA, NARASITA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) harus gigit jari setelah Pep Guardiola secara resmi menolak tawaran untuk menjadi pelatih Timnas Italia. Penolakan ini disampaikan Guardiola di Barcelona pada Juli 2026, setelah pertemuan dengan perwakilan FIGC, Paolo Maldini dan Leonardo, yang membahas proyek jangka panjang dan kendala gaji fantastis.

Negosiasi antara kedua belah pihak berakhir buntu lantaran perbedaan visi serta masalah finansial. Guardiola dilaporkan meminta gaji sebesar €20 juta per musim, jumlah yang jauh melampaui kemampuan FIGC yang hanya sanggup menawarkan €10 juta. Kondisi ini membuat upaya FIGC untuk mendatangkan Guardiola Tolak Timnas Italia menemui jalan terjal sejak awal.

Guardiola, yang berusia 55 tahun pada saat itu dan baru saja menutup babak panjang bersama Manchester City, menyatakan preferensinya untuk tetap melatih klub dibandingkan tim nasional. Ia merasa proyek jangka panjang FIGC yang ambisius, yang berencana membangun kembali Timnas Italia selama 8-10 tahun, tidak sesuai dengan keinginan pribadinya untuk selalu dekat dengan dinamika lapangan hijau, sehingga ia memutuskan untuk menolak tawaran menjadi pelatih Timnas Italia.

Kegagalan membujuk Guardiola tentu menjadi pukulan telak bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang sedang berupaya keras mengembalikan kejayaan Azzurri. Paolo Maldini, salah satu perwakilan FIGC dalam negosiasi, menyadari urgensi penunjukan pelatih baru ini setelah Guardiola Tolak Timnas Italia. Ia menyatakan pentingnya segera menemukan sosok yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

“Idealnya kami sudah memiliki pelatih baru pada akhir pekan ini. Namun akan lebih ideal jika kami bisa menunggu sosok yang benar-benar kami inginkan,” kata Paolo Maldini, Perwakilan FIGC.

Setelah penolakan dari Pep Guardiola, nama Andrea Pirlo muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi arsitek baru Timnas Italia. Kegagalan meyakinkan Guardiola Tolak Timnas Italia ini membuat FIGC harus segera bergerak cepat mencari alternatif. Pirlo, yang merupakan legenda sepak bola Italia, dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang budaya dan filosofi sepak bola negara tersebut. Carlo Ancelotti juga sempat dihubungi, namun belum ada kesepakatan yang tercapai hingga saat ini.

Italia masih berjuang mengatasi krisis setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, yang menambah tekanan untuk segera menunjuk pelatih baru. Dengan keputusan Guardiola Tolak Timnas Italia, fokus kini beralih pada siapa yang akan memimpin Azzurri di masa depan, demi stabilitas dan kebangkitan kembali di panggung sepak bola internasional.