PALU, NARASITA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) di setiap kabupaten dan kota. Langkah ini diambil untuk memperkuat penanganan dan mempercepat eliminasi TB di Sulawesi Tengah, sebagai respons terhadap tingginya kasus yang terjadi di wilayah tersebut.

Dorongan pembentukan Satgas TB Sulawesi Tengah ini disampaikan Anwar Hafid saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan serta Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Sabtu, 22/08/2026. Menurut Gubernur, keberadaan Satgas TB akan memastikan program pemberantasan TB berjalan konsisten di seluruh daerah.

Pemerintah provinsi, lanjut Anwar, akan dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, daerah yang masih menghadapi kendala dalam penanganan TB dapat segera diperkuat melalui koordinasi dengan Satgas TB Sulawesi Tengah.

“Kepala daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota. Provinsi juga kita bikin untuk melakukan monitoring di semua kabupaten/kota, sehingga daerah yang masih lemah bisa kita perkuat,” kata Anwar Hafid.

Anwar menilai tingginya kasus TB di Sulawesi Tengah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan perguruan tinggi, mahasiswa, serta masyarakat dalam upaya eliminasi TB.

Anwar menekankan pentingnya kesatuan program dan gerak dalam penanggulangan TB. Ia optimistis dengan adanya Satgas TB Sulawesi Tengah di setiap daerah, target eliminasi TB dapat tercapai.

“Kalau kita serius semua, satu langkah, satu program, kesatuan gerak, saya yakin dan percaya ini akan bisa kita tuntaskan,” ujarnya.

Menurut Anwar, pemberantasan TB harus menjadi prioritas bersama dan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat pencapaian eliminasi TB secara nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan berupa 16 unit portable X-Ray yang ditargetkan tiba pada September 2026. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses pemeriksaan dan mempercepat penemuan kasus TB di masyarakat, sehingga memperkuat kerja Satgas TB Sulawesi Tengah.

Anwar mengatakan, kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan harus diikuti dengan upaya serius untuk menekan dan mengakhiri penularan TB.

“Kalau masyarakat kita sudah tidak susah lagi untuk berobat, sekarang mari kita fokus menjadikan Sulawesi Tengah ini bebas dari TB,” kata dia.

Ia optimistis pembentukan Satgas TB di setiap kabupaten/kota, ditambah koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, dapat mempercepat pencapaian target eliminasi TB pada 2030.

“Semoga eliminasi TB tahun 2030 itu akan kita capai secara bersama-sama,” ujar Anwar. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, para asisten, tenaga ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.