JAKARTA, NARASITA – Harga emas batangan dan perhiasan di Indonesia terpantau mengalami pergerakan naik tipis pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kenaikan harga emas 12 Agustus 2026 ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik global di Selat Hormuz dan penguatan dolar Amerika Serikat.

Pergerakan Harga Emas 12 Agustus 2026 ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS, serta permintaan emas sebagai aset safe haven. Investor disarankan untuk mencermati dinamika pasar dan data ekonomi mendatang.

Di pasar global, harga emas acuan di Kitco tercatat menguat 0,56% menjadi US$4.412,50 per troy ounce. Kenaikan ini turut mendorong harga emas 12 Agustus 2026 di pasar domestik, khususnya produk dari PT Antam Tbk yang dijual di PT Pegadaian.

Harga emas 12 Agustus 2026 Antam di Pegadaian mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp21.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Contohnya, emas Antam 1 gram kini dibanderol Rp2.819.000, dengan harga buyback Rp2.510.000.

Untuk ukuran lainnya, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp1.462.000 (buyback Rp1.255.000). Sementara itu, emas 5 gram dihargai Rp13.858.000 (buyback Rp12.554.000), dan 10 gram sebesar Rp27.659.000 (buyback Rp25.109.000). Harga emas 100 gram mencapai Rp275.821.000 dengan buyback Rp249.859.000.

Berbeda dengan emas batangan, harga emas 12 Agustus 2026 untuk perhiasan di Raja Emas Indonesia menunjukkan variasi. Emas 24 Karat stabil di harga Rp2.240.000 per gram, sedangkan 23 Karat naik Rp20.000 menjadi Rp2.000.000 per gram. Namun, emas 22 Karat justru turun Rp14.000 menjadi Rp1.893.000 per gram.

Investor perlu memahami regulasi pajak terkait transaksi emas, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.34/PMK.10/2017. Pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45% jika memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9% bagi yang tidak ber-NPWP.

Selain itu, untuk transaksi buyback emas di atas Rp10 juta, dikenakan pajak sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP, dan 3% bagi yang tidak ber-NPWP. Pemahaman ini penting untuk menghitung keuntungan bersih dari investasi emas.

Secara keseluruhan, harga emas 12 Agustus 2026 menunjukkan tren naik tipis di sektor batangan yang dijual Pegadaian dan pasar global, sementara harga perhiasan bervariasi. Ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS menjadi faktor pendorong utama.

Investor disarankan untuk terus memantau rilis data inflasi AS, seperti Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), yang akan diumumkan minggu ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed dan pergerakan harga emas 12 Agustus 2026 di masa mendatang.