JAKARTA, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai aktivitas Gempa Susulan Flores pasca Gempa Utama M7.7. Hingga 04 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat total 12.064 kejadian Gempa Susulan Flores, menunjukkan intensitas seismik yang tinggi di wilayah tersebut.
Data BMKG mengungkapkan bahwa magnitudo terbesar dari Gempa Susulan Flores mencapai M6.2, yang termasuk dalam kategori gempa kuat dan berpotensi merusak. Sementara itu, magnitudo terkecil yang tercatat adalah M0.9, yang umumnya tidak dirasakan oleh masyarakat.
Sebanyak 36 kejadian Gempa Susulan Flores memiliki magnitudo di atas M5, menandakan potensi kerusakan ringan hingga sedang. Fenomena ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain itu, 172 kejadian Gempa Susulan Flores dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, tersebar di wilayah Flores, Lembata, Alor, hingga sebagian Nusa Tenggara Timur.
Aktivitas lebih dari 12 ribu Gempa Susulan Flores dalam kurun waktu kurang dari sebulan ini menunjukkan pelepasan energi yang masif dari perut bumi. Mayoritas gempa memang berada di bawah M5, namun adanya 36 kejadian di atas M5 menegaskan bahwa ancaman berulang masih sangat mungkin terjadi.
Dampak sosial dari Gempa Susulan Flores yang dirasakan masyarakat ini cukup signifikan. Warga di beberapa titik mengalami kepanikan dan bahkan memerlukan evakuasi sementara. Kondisi geologis Flores yang berada di zona subduksi aktif menjadi penyebab utama mengapa aktivitas Gempa Susulan Flores diperkirakan masih akan berlanjut.
Tabel ringkas berikut merangkum data penting terkait Gempa Susulan Flores hingga 04 September 2026:
| Parameter | Data | Catatan |
|---|---|---|
| Total susulan | 12.064 | Aktivitas sangat tinggi |
| Magnitudo terbesar | 6.2 | Potensi kerusakan |
| Magnitudo terkecil | 0.9 | Mikro, tidak terasa |
| Susulan > M5 | 36 | Kategori kuat |
| Susulan dirasakan | 172 | Dampak sosial signifikan |





