Jakarta, NARASITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada penutupan perdagangan 22/07/2026, tertekan oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp 1,1 triliun. Pelemahan IHSG ini dipicu oleh keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global, membuat indeks ditutup di level 6.334 setelah sempat turun 0,39% pada sesi I.

Aksi jual bersih investor asing menjadi faktor dominan yang menyebabkan IHSG melemah signifikan. Total nilai penjualan bersih asing mencapai Rp 1,1 triliun, mencerminkan kehati-hatian investor global terhadap pasar modal Indonesia. Kondisi IHSG melemah ini juga menunjukkan respons pasar terhadap ketidakpastian ekonomi.

Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2026. Keputusan ini, meskipun bertujuan menjaga stabilitas, memicu sentimen wait and see di kalangan pelaku pasar. Dampaknya, tekanan jual terhadap IHSG melemah kian terasa.

Beberapa emiten besar seperti Amman Mineral Internasional (AMMN) dan United Tractors (UNTR) turut mengalami pelemahan signifikan, memberikan kontribusi besar terhadap penurunan indeks. Sektor pertambangan, infrastruktur, dan energi menjadi yang paling tertekan, memperparah kondisi IHSG melemah.

“Aksi jual asing Rp 1,1 triliun menjadi sinyal kuat bahwa investor global masih berhati-hati terhadap pasar Indonesia,” kata seorang analis pasar modal.

Keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia mengindikasikan kekhawatiran yang mendalam terhadap prospek ekonomi global dan dampaknya pada pasar domestik. Jika tren penjualan terus berlanjut, stabilitas pasar modal Indonesia berpotensi menghadapi koreksi yang lebih dalam.

“Keputusan BI menahan suku bunga membuat pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter ke depan,” ujar seorang ekonom senior.

Meskipun investor lokal berupaya menopang indeks, arus keluar dana asing belum mampu terbendung. IHSG masih berada di bawah bayang-bayang tekanan eksternal, terutama dari fluktuasi harga komoditas global dan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed.