Narasita.com- PALU, – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Program tersebut berlangsung pada 4–11 Maret 2026 dan menyasar delapan titik di kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Kegiatan perdana dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, wilayah Palu Selatan. Selanjutnya, GPM digelar pada Jumat (6/3/2026) di Lapangan Bola Persma, Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara.

Pada Senin (9/3/2026), kegiatan berlanjut di halaman Kantor Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.

Memasuki puncak kegiatan pada Rabu (11/3/2026), GPM dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi, yakni di halaman Kantor TVRI Palu (Palu Timur), halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala, halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli, serta halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi daerah.

“Menjelang Idulfitri, permintaan bahan pangan cenderung meningkat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah hadir untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Anwar.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, antara lain beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.

Program ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Bank Indonesia.

Pemprov Sulteng berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan menciptakan rasa aman dalam menyambut Idulfitri 2026.rlis