Narasita.com- Banyuwangi, – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Bali pada Kamis (3/7/2025) sekitar pukul 00.16 WITA.
Kapal yang tengah berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali itu dilaporkan mengalami kebocoran pada ruang mesin hingga terbalik dan hanyut ke arah selatan.
Hingga Kamis pagi, proses evakuasi masih terus berlangsung oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polair, dan instansi terkait lainnya. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun penumpang luka-luka.
Menanggapi insiden tersebut, Jasa Raharja menyatakan komitmennya untuk memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada para korban. Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Jawa Timur, Tamrin Silalahi, bersama jajarannya segera melakukan koordinasi dan langkah penanganan di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Jasa Raharja, Rubi Handojo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia memastikan bahwa penumpang yang tercatat dalam manifes kapal akan mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jasa Raharja merespons cepat kejadian ini dan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah Bali dan Jawa Timur. Karena evakuasi masih berlangsung, petugas kami telah bersiaga untuk melakukan pendataan secara akurat, mengunjungi rumah sakit tempat korban dirawat, serta menyerahkan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia,” ujar Rubi dalam keterangan tertulis.
Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017. Untuk korban luka-luka, biaya perawatan dijamin hingga maksimal Rp20 juta, yang dibayarkan langsung ke rumah sakit. Selain itu, biaya pertolongan pertama (P3K) dan ambulans masing-masing dijamin hingga Rp1 juta dan Rp500 ribu.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berorientasi pada pelayanan publik, Jasa Raharja juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis untuk memastikan percepatan pelayanan, khususnya dalam situasi darurat.





