Narasita. Com- Palu, – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar Apel Pergeseran Pasukan (Serpas) untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Serentak 2024. Apel ini berlangsung di Mapolda Sulteng dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Agus Nugroho, pada Sabtu (23/11/2024).
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan pada Pemilu yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.
Sebanyak 1.542 personel dikerahkan dalam pengamanan Pilkada kali ini. Terdiri dari 795 personel yang akan mengamankan TPS, 297 personel tergabung dalam Satgas OMP untuk pengamanan objek vital, serta 100 orang yang mendukung administrasi dan 350 personel POH. Para personel ini akan diterjunkan ke 12 kabupaten dan kota di wilayah hukum Polda Sulteng.
“Personel ini akan diterjunkan ke seluruh TPS, kantor KPU, Bawaslu, hingga posko pasangan calon.” ujar Kapolda
Kapolda Agus Nugroho juga mengingatkan pentingnya netralitas Polri dalam pelaksanaan Pilkada. Ia menegaskan bahwa Polri harus tetap menjaga profesionalisme dan tidak terlibat dalam politik praktis, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Polri harus menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.” Tambah Kapolda.
Kapolda juga menekankan pentingnya para petugas untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kehormatan pribadi selama bertugas. Ia mengingatkan agar personel terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Pemda, Satpol PP, dan masyarakat.
“Kerjasama dengan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pengamanan ini.” tuturnya.
Kapolda mengajak semua pihak untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga keamanan selama masa tenang hingga pemungutan suara di TPS. Dengan koordinasi yang baik, Kapolda berharap Pilkada 2024 di Sulawesi Tengah dapat berjalan lancar dan aman.
Apel turut dihadiri Unsur Forkopimda Sulteng, Ketua KPU, Bawaslu, Wakapolda Sulteng, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Sulteng, ketua lembaga, Unsur pimpinan Akademis, dan Cipayung plus.