TOJO UNA-UNA, NARASITA – Kebakaran lahan seluas dua hektar melanda Desa Tete A/Uebone, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Insiden kebakaran lahan Tojo Una-Una ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Bapak Kifli. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.

Kondisi udara yang kering dan cuaca cerah menjadi pemicu kemudahan penyebaran api dalam kejadian kebakaran lahan Tojo Una-Una ini. Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tojo Una-Una mencatat bahwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian.

Analisis cuaca sementara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan nilai FFMC (Fine Fuel Moisture Code) dan FWI (Forest Fire Weather Index) berada pada kategori sangat tinggi. Indikator ini menandakan tingginya potensi kebakaran dan kemudahan api menyebar di wilayah tersebut. Peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dikeluarkan Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al Jufri sejak 21 Agustus 2025.

Untuk wilayah Tojo Una-Una, BMKG telah mengkategorikan potensi karhutla sebagai ‘Sangat Tinggi’ pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2026. Diseminasi peringatan dini ini telah diteruskan kepada berbagai grup komunikasi seperti ‘BPBD Sulteng, Disaster Forum Sulteng, TNI-POLRI BMKG Sulteng, Forecaster Sulteng, Info Publik BMKG Sulteng,’ dan lainnya.

BMKG menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “BMKG menghimbau kepada stakeholder dan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” kata BMKG.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi terkini dan lebih terperinci mengenai kondisi cuaca dapat mengakses kanal resmi BMKG. Informasi ini sangat penting mengingat ancaman bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di Sulawesi Tengah, termasuk potensi kebakaran lahan Tojo Una-Una.