BANGGAI, NARASITA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla Banggai) melanda Desa Toipan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Kamis (06/08/2026). Hingga Kamis malam, api dilaporkan belum sepenuhnya padam dan telah merambat ke kawasan perbukitan, menyebabkan ratusan pohon kelapa terbakar.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, insiden Karhutla Banggai ini diperkirakan bermula sekitar pukul 14.00 WITA di ruas Jalan Toipan–Siuna. Dugaan awal penyebab Karhutla Banggai adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara.
Kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini diduga menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api Karhutla Banggai ke area hutan dan lahan di sekitarnya. Sekitar 100 pohon kelapa dilaporkan terdampak serius akibat amukan si jago merah.
Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa Karhutla Banggai ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai segera melakukan asesmen di lokasi.
TRC BPBD Kabupaten Banggai juga berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banggai serta unsur terkait untuk melakukan upaya pemadaman Karhutla Banggai. Petugas gabungan bersama Babinsa dan masyarakat setempat terus memantau.
Hingga laporan diterima pada Kamis malam pukul 21.46 WITA, sebagian titik api masih belum berhasil dipadamkan karena lokasinya yang berada di area pegunungan dan sulit dijangkau. Upaya pengendalian terus dilakukan agar api tidak meluas ke area perkebunan lainnya.
BPBD telah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak untuk penanganan Karhutla Banggai, meliputi pasokan air, penampungan atau tandon air sementara, serta dukungan peralatan pemadaman darat. Pihak BPBD terus memantau perkembangan situasi.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, guna mencegah insiden Karhutla Banggai serupa terulang.





