NAGEKEO, NARASITA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara sigap mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Pendirian RS Lapangan Kemenkes NTT ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan layanan medis serta mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pasca gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin, menjelaskan bahwa pengiriman dan pembangunan RS Lapangan Kemenkes NTT ini merupakan respons cepat dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC). Langkah ini diambil untuk menanggapi kondisi fasilitas kesehatan yang mengalami dampak gempa.
“Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan,” kata Agus di Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.dikutipndari akun kementerian Kesehatan RI.
Sebagai tindak lanjut di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8) telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo terkait operasional RS Lapangan Kemenkes NTT. Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memantau kondisi kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh, demi menjamin keamanan staf dan pasien. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo sangat membutuhkan tambahan tenda untuk menunjang RS Lapangan Kemenkes NTT tersebut.
Untuk memperkuat pelayanan medis, tim yang dikerahkan mencakup tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim ini terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat spesifik (IGD, anestesi, dan kamar operasi). Tenaga medis ini dikumpulkan dari Tim Utama yang melibatkan unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, dengan dukungan Tim Back Up dari RS Kariadi.
Selain di Nagekeo, tim medis yang ditugaskan ke RSUD Ende juga disiagakan untuk mem-backup operasional di RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan kebutuhan akibat dampak lanjutan gempa. Dalam pelaksanaan respons medis ini, Tim EMT turut membawa sejumlah dukungan logistik prioritas, antara lain vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 buah masker, 1.000 kantong infus HS NS, dan 400 pasang sarung tangan medis.
Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi kebutuhan lanjutan bersama pemerintah daerah. Ini dilakukan demi mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak gempa dan memastikan operasional RS Lapangan Kemenkes NTT berjalan optimal.






