TURIN, NARASITA – Prospek muda Juventus, Kerim Alajbegović, dihadapkan pada persaingan ketat untuk menembus skuad utama tim berjuluk Si Nyonya Tua. Jelang musim Serie A 2026/27 pada Agustus 2026, Alajbegović harus bekerja ekstra keras agar mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Luciano Spalletti.
Situasi ini muncul setelah Spalletti dilaporkan lebih condong memilih Kenan Yıldız dan Weston McKennie untuk mengisi posisi krusial seperti sayap kiri dan gelandang serang. Ini menjadi tantangan besar bagi Kerim Alajbegović yang baru berusia 18 tahun tersebut untuk menunjukkan kualitasnya di Juventus.
Meski demikian, Kerim Alajbegović tetap dianggap sebagai talenta menjanjikan oleh manajemen Juventus. Debutnya dalam laga pramusim melawan Inter Milan sempat menarik perhatian, menunjukkan keberanian dan teknik yang patut diacungi jempol.
Pemain kelahiran 2008 ini berposisi sebagai sayap kiri atau gelandang serang, area yang sama dengan Yıldız (21 tahun) dan McKennie (27 tahun). Keduanya saat ini menjadi pilihan reguler di bawah asuhan Spalletti.
“Spalletti saat ini lebih memilih Kenan Yıldız dan Weston McKennie, tidak ingin mengeluarkan mereka dari skuad utama,” kata laporan dari Gazzetta.it.
Spalletti dikenal sebagai pelatih yang memberi kesempatan kepada pemain muda, tetapi juga menuntut konsistensi tinggi dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan. Oleh karena itu, Kerim Alajbegović harus memanfaatkan setiap menit bermain dan menunjukkan performa terbaiknya agar bisa mencuri perhatian sang pelatih.
Persaingan ini tidak hanya menguntungkan Kerim Alajbegović secara individu untuk mengembangkan diri, tetapi juga bagi Juventus. Adanya talenta muda berkualitas menambah kedalaman skuad, serta memberi harapan baru bagi para penggemar akan munculnya bintang masa depan di Allianz Stadium.






