FRANKFURT, NARASITA – Jurgen Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Jerman dengan kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia 2030. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengumumkan penunjukan ini pada 24/07, berharap Klopp Timnas Jerman mampu membawa Die Mannschaft bangkit dari keterpurukan setelah tersingkir memalukan di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Mantan manajer Liverpool ini mengambil alih posisi Julian Nagelsmann yang dipecat pasca kegagalan di turnamen akbar tersebut. Penunjukan Klopp terjadi setelah ia sempat beristirahat selama dua tahun dari kursi pelatih klub, mengisi waktu sebagai Head of Global Soccer di Red Bull setelah meninggalkan Liverpool pada tahun 2024.
Rekam jejak Klopp yang gemilang menjadi alasan utama DFB memilihnya. Selama menukangi Liverpool, ia sukses mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2019, Premier League pada 2020, serta berbagai trofi domestik lainnya. Pengalaman serupa juga pernah ia ukir saat melatih Borussia Dortmund.
Dengan filosofi gegenpressing yang intens dan karisma kepemimpinan yang kuat, DFB menaruh harapan besar pada Klopp Timnas Jerman untuk merombak struktur tim. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bahkan memberikan wewenang luas kepada pelatih berusia 59 tahun ini, termasuk dalam pengembangan pemain muda, guna membangun fondasi kuat untuk masa depan.
“Nama Klopp memberi Jerman harapan, tapi masalah mereka lebih besar dari sekadar pelatih,” kata Arsène Wenger, mantan manajer Arsenal, menanggapi penunjukan ini.
Meskipun demikian, jalan Klopp tidak akan mudah. Ia dihadapkan pada tantangan besar, termasuk krisis striker yang dinilai Wenger sebagai kelemahan fundamental Jerman, serta ekspektasi tinggi dari publik yang menuntut hasil cepat, khususnya di Euro 2028. Regenerasi skuad pasca era pemain legendaris seperti Manuel Neuer, Thomas Müller, dan Toni Kroos juga menjadi pekerjaan rumah penting.
“Klopp adalah kandidat impian kami untuk memimpin era baru Timnas Jerman,” kata perwakilan DFB.
Singkatnya, Jurgen Klopp memang membawa angin segar dan harapan besar bagi Timnas Jerman. Namun, keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada kapasitas pelatih, melainkan juga pada kemampuan meregenerasi skuad serta menemukan solusi untuk masalah mendasar seperti krisis penyerang tajam yang selama ini menghantui Die Mannschaft.





