LUWUK, NARASITA – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap tiga orang awak kapal motor KM Balama GT 27 yang dilaporkan hilang kontak di perairan antara Luwuk, Sulawesi Tengah, dan Taliabu, Maluku Utara, pada Minggu (13/09/2026).
KM Balama hilang kontak setelah mengalami gangguan pada mesin saat berlayar dari Pelabuhan Rakyat Luwuk menuju Jorjoga, Kabupaten Pulau Taliabu. Pencarian difokuskan untuk menemukan ketiga awak kapal tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyampaikan bahwa informasi mengenai insiden KM Balama hilang kontak ini diterima dari pemilik kapal bernama Rida pada Sabtu (12/09/2026) pukul 15.36 WITA.
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, KM Balama GT 27 bertolak dari Pelabuhan Rakyat Luwuk pada Sabtu sekitar pukul 01.00 WITA. Kapal tersebut membawa tiga orang awak di dalamnya.
Sekitar pukul 12.14 WITA, kapal mengalami gangguan serius pada bagian as mesin yang menyebabkan kerusakan. Akibat kerusakan ini, KM Balama hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi.
“Setelah mengalami gangguan, kapal kemudian dilaporkan hilang kontak sehingga pihak pemilik kapal meminta bantuan SAR,” kata Muh Rizal, berdasarkan laporan operasi SAR yang diterimanya, Minggu.
Tiga orang yang berada di atas kapal saat KM Balama hilang kontak adalah Ismail sebagai nahkoda, Hasan Usman sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), dan La Alami.
Pada Minggu pagi, Tim SAR Gabungan menggelar briefing untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan. Pembagian tugas pencarian dilakukan sesuai dengan prosedur operasi Basarnas untuk memaksimalkan upaya penemuan KM Balama hilang kontak.
Selanjutnya, pada pukul 07.30 WITA, tim bergerak menggunakan KN SAR Bhisma untuk melakukan pencarian di area yang telah ditentukan. Area pencarian KM Balama hilang kontak berada di perairan antara Luwuk dan Taliabu.
Diperkirakan titik lokasi kejadian KM Balama hilang kontak berada sekitar 58 mil laut dari Dermaga KN SAR Bhisma. Jarak ini membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam untuk mencapai lokasi tersebut.
Operasi pencarian KM Balama hilang kontak melibatkan berbagai pihak. Mereka adalah Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Syahbandar Luwuk, pihak pemilik kapal, serta partisipasi dari masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mendukung operasi ini, termasuk KN SAR Bhisma, rescue car, peralatan navigasi dan komunikasi, peralatan keselamatan di air, serta perlengkapan medis dan evakuasi.
Basarnas juga telah menyiapkan rencana evakuasi apabila ketiga awak kapal ditemukan. Para korban akan dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat sebelum kemudian diserahkan kepada keluarga mereka.
Hingga Minggu siang, ketiga awak KM Balama yang hilang kontak masih dalam tahap pencarian. Perkembangan operasi SAR ini akan terus dilaporkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu secara berkala.





