JAKARTA, NARASITA – Tanaman daun kelor (_Moringa oleifera_) yang banyak tumbuh di wilayah tropis seperti Indonesia, kini semakin dikenal sebagai superfood yang kaya manfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian terkini hingga Juli 2026 terus mengungkap potensi besar daun kelor, dari penguatan imunitas hingga penanganan malnutrisi, berkat kandungan nutrisinya yang melimpah dan harganya yang terjangkau.

Setiap 100 gram daun kelor segar mengandung 65 kalori, 9 gram protein, 200 mg kalsium, serta 300 mg kalium. Tanaman ini juga kaya akan vitamin A, B kompleks, C, dan E, serta antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan isotiosianat. Kandungan vitamin C pada daun kelor bahkan tujuh kali lipat lebih tinggi dari jeruk, sementara kaliumnya lima belas kali lebih banyak dari pisang.

Kekayaan nutrisi ini menjadikan daun kelor efektif dalam menjaga kesehatan. “Daun kelor kaya antioksidan dan nutrisi penting. Konsumsi rutin dapat memperkuat imunitas dan menurunkan risiko penyakit kronis,” kata dr. Marianti, Alodokter.

Tak heran jika daun kelor sering dijuluki superfood. “Daun kelor sering dijuluki superfood karena padat nutrisi. Selain menyehatkan, juga bisa meningkatkan gizi ibu menyusui dan anak-anak,” kata Epi Satria, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (UNP).

Selain itu, kandungan antioksidan tinggi pada daun kelor juga bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan. “Kelor mengandung antioksidan tinggi, sangat bagus untuk penyakit pencernaan seperti luka lambung dan usus,” kata dr. Sidi Aritjahja, seorang Herbalis di Yogyakarta.

Lebih lanjut, studi klinis menunjukkan konsumsi daun kelor dapat meningkatkan volume ASI pada ibu menyusui secara signifikan. Penelitian laboratorium juga menemukan ekstrak daun kelor berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, pankreas, dan paru-paru.

Seiring waktu, daun kelor semakin populer sebagai bahan pangan fungsional di Indonesia, diolah menjadi puding, kue, hingga suplemen. Bank data gizi Kementerian Kesehatan RI bahkan menobatkan kelor sebagai salah satu tanaman penambah gizi murah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan konsumsi kelor di negara berkembang untuk mengatasi malnutrisi.

Meskipun kaya manfaat, konsumsi daun kelor perlu diperhatikan. Efek samping jarang terjadi, namun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan penurunan tekanan darah yang terlalu rendah, gula darah yang terlalu rendah, atau diare. Penting untuk mengonsumsi daun kelor dalam batas wajar dan sesuai anjuran ahli kesehatan.