BARCELONA, NARASITA – Sosok Marcus Sorg kini menjadi perbincangan hangat sebagai arsitek taktik di balik permainan menyerang FC Barcelona yang impresif di awal musim 2026/27. Asisten pelatih asal Jerman ini disebut-sebut sebagai kunci kebangkitan tim di bawah arahan pelatih kepala Hansi Flick.
Marcus Sorg yang berusia 60 tahun, bergabung dengan Barcelona pada Juli 2026, menyusul kedatangan Hansi Flick. Pengalaman panjangnya sebagai pelatih dan analis taktik, termasuk saat menjadi asisten Joachim Löw di Timnas Jerman, kini diaplikasikan untuk membangun filosofi menyerang Blaugrana.
Musim sebelumnya, 2025/26, Barcelona mengakhiri La Liga di peringkat ketiga dengan 78 gol dan 42 kebobolan. Namun, di bawah sentuhan Marcus Sorg dan Flick, tim tampil jauh berbeda. Hingga pekan ketiga musim 2026/27, Barcelona telah mencetak 9 gol dan menduduki puncak klasemen sementara.
Peran Marcus Sorg dalam menyusun sistem permainan Barcelona sangat vital. Ia membantu Flick menerapkan strategi berbasis pressing tinggi, penguasaan bola, dan distribusi cepat yang menonjolkan kreativitas para pemain depan. Filosofi ini mengembalikan identitas menyerang Barcelona yang dikenal atraktif.
Media Spanyol turut menyoroti kontribusi Marcus Sorg. “Marcus Sorg adalah tangan kanan Flick, sosok yang jarang terekspos kamera namun sangat menentukan dalam membangun permainan menyerang Barcelona,” tulis laporan media Sport.
Sebelum bergabung dengan Barcelona, Marcus Sorg memiliki rekam jejak yang solid. Ia pernah melatih SC Freiburg dan Timnas Jerman U-19, serta menjadi asisten pelatih di Timnas Jerman bersama Joachim Löw dan Hansi Flick. Pengalaman internasional ini menjadi modal berharga bagi Barcelona.
Kontribusi Marcus Sorg di balik layar memastikan setiap detail taktik terimplementasi dengan baik di lapangan. Meskipun jarang menjadi sorotan publik, kecerdasan taktiknya menjadi fondasi penting bagi kesuksesan FC Barcelona dalam kembali menunjukkan dominasinya di La Liga dan Liga Champions.





