JAKARTA, NARASITA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi copot 13 pejabat eselon Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin, 31 Agustus 2026. Pencopotan ini dilakukan secara permanen menyusul keterlibatan para pejabat dalam praktik judi online atau yang kerap disebut ‘judol’. Keputusan Mentan Amran copot 13 pejabat Kementan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Jakarta, pukul 10.30 WIB.

Pencopotan Mentan Amran copot 13 pejabat Kementan ini merupakan sanksi tegas atas pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Praktik judi online dinilai mencoreng integritas lembaga, bertentangan dengan nilai-nilai agama, serta etika pelayanan publik. Keputusan ini diambil setelah serangkaian rapat pimpinan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB, diikuti dengan verifikasi laporan dan pemeriksaan data pendukung secara menyeluruh.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa salah satu pejabat yang dicopot memiliki riwayat deposit judi online mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta. Mentan Amran copot 13 pejabat Kementan ini juga menegaskan bahwa para ASN tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan peringatan, namun terbukti mengulangi pelanggaran. Pencopotan permanen ini menjadi pilihan terakhir yang harus diambil Kementan.

“Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua. Permanen. Karena keterlibatan ASN dalam judi daring tidak dapat ditoleransi,” kata Andi Amran Sulaiman.

Amran menambahkan bahwa sebagian pejabat sudah diberi pembinaan. “Tapi mengulangi. Maka pencopotan permanen jadi pilihan terakhir,” tambahnya.

Meskipun jumlah pegawai Kementan mencapai sekitar 52 ribu orang, kinerja kementerian dipastikan tidak akan terganggu. Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal Kementan telah disiapkan untuk segera menunjuk pengganti para pejabat yang dicopot. Kebijakan Mentan Amran copot 13 pejabat Kementan ini juga ditegaskan sebagai bentuk pembinaan dan peringatan keras bagi seluruh ASN di lingkungan Kementan.

“Saya sebagai bapaknya mereka, wajib membina agar jadi pegawai teladan. Tapi kalau melanggar, harus ada konsekuensi,” tegas Amran.

Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat Kementan dalam menjaga integritas ASN dan menindak tegas pelanggaran. Judi online dianggap sebagai ancaman serius terhadap disiplin birokrasi. Langkah Mentan Amran copot 13 pejabat Kementan ini juga berpotensi menjadi preseden penting bagi kementerian lain dalam menindak pelanggaran serupa di masa mendatang.