JAKARTA, NARASITA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah resmi menetapkan Awal Ramadhan 1448 H Muhammadiyah jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Keputusan ini juga sekaligus menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1448 H akan jatuh pada Rabu, 10 Maret 2027.

Pengumuman penetapan Awal Ramadhan 1448 H Muhammadiyah ini dirilis pada September 2026, memberikan kepastian bagi seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia untuk mempersiapkan ibadah puasa dan perayaan Lebaran lebih awal.

Metode yang digunakan Muhammadiyah dalam penetapan Awal Ramadhan 1448 H Muhammadiyah ini adalah hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini mengacu pada perhitungan astronomi yang menunjukkan bahwa hilal sudah wujud pada 29 Rajab 1448 H.

Berdasarkan perhitungan tersebut, bulan Ramadhan 1448 H akan berlangsung selama 30 hari penuh. Hal ini memberikan kejelasan bagi umat Muslim yang mengikuti Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah puasa.

“Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027, dan 1 Syawal 1448 H jatuh pada Rabu, 10 Maret 2027. Penetapan ini berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman resmi Muhammadiyah,” kata Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, September 2026.

Penetapan Awal Ramadhan 1448 H Muhammadiyah ini, meski memberikan kepastian bagi anggotanya, berpotensi berbeda dengan penetapan pemerintah melalui sidang isbat. Perbedaan ini lumrah terjadi karena pemerintah umumnya menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan.

Keputusan dini ini diharapkan dapat membantu warga Muhammadiyah merencanakan kegiatan ibadah dan tradisi keagamaan mereka dengan lebih matang, baik di dalam maupun luar negeri.