Narasita.com- TOJO UNA-UNA— Seorang nelayan bernama Fiki (20), warga Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari aktivitas memancing di perairan setempat sejak Senin (1/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh. Rizal, mengatakan laporan mengenai nelayan yang belum kembali dari melaut diterima pihaknya pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 12.05 Wita dari keluarga korban.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban berangkat memancing pada Senin sekitar pukul 16.00 Wita di Perairan Bailo. Menurut keluarga, korban biasanya kembali ke daratan keesokan harinya. Namun hingga Rabu, korban belum juga pulang.

“Keluarga bersama rekan-rekan korban telah melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk meminta bantuan pencarian,” kata Rizal dalam keterangannya.

Lokasi pencarian berada di Perairan Bailo dengan titik perkiraan lokasi kejadian (LKP) pada koordinat 0°52’29.52″ LS dan 121°19’27.59″ BT. Lokasi tersebut berada sekitar 14 mil laut ke arah barat dari USS Ampana dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

Setelah menerima laporan, Tim Rescue USS Ampana bergerak menuju Desa Bailo dan tiba pada Rabu pukul 13.30 Wita. Tim kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat sebelum melaksanakan briefing, pengecekan kesiapan personel dan peralatan, serta pembagian tugas pencarian sesuai prosedur operasi standar Basarnas.

Pencarian hari pertama dimulai pada pukul 14.00 Wita dengan menggunakan speed boat milik pemerintah daerah dan menyisir area dalam radius tiga mil laut dari lokasi kejadian.

Namun hingga pukul 18.00 Wita, pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian menggelar evaluasi dan memutuskan melanjutkan operasi pencarian pada Kamis (4/6/2026).

Memasuki hari kedua operasi, Kamis pagi pukul 07.00 Wita, tim kembali menggelar briefing sebelum melanjutkan pencarian. Operasi dilakukan menggunakan speed boat pemerintah daerah dan sejumlah kapal nelayan yang dikerahkan untuk menyisir area pencarian yang telah ditentukan dalam rencana operasi.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi SAR tersebut, yakni Tim Rescue USS Ampana, Polsek Ampana, Polairud, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), BPBD Ampana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi meliputi kendaraan rescue, perahu karet, peralatan navigasi, peralatan water rescue, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan evakuasi.

Hingga Kamis pagi, korban masih dalam pencarian. Basarnas Palu menyatakan perkembangan lebih lanjut mengenai operasi SAR akan disampaikan secara berkala.rlis