PALU, NARASITA – Pemerintah Kota Palu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengawal Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu sebagai bagian dari upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. Komitmen ini disampaikan dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membahas pengawalan ekonomi Sulawesi Tengah.

Rapat tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Sekretaris Kota Palu, Senin (14/09). Pemkot Palu diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmat Mustafa bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Bappeda dan BPKAD Kota Palu, menunjukkan keseriusan dalam menggenjot Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad R. Balombo mengatakan, pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari seluruh tingkatan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan dan program percepatan ekonomi dapat diterapkan secara konkret di daerah untuk mencapai Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu yang signifikan.

“Arahan Bapak Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah pusat. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota melalui langkah-langkah nyata dalam mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata La Ode.

Kemendagri meminta pemerintah daerah segera membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Tim ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan program strategis berjalan terarah dan tepat sasaran, mendukung target Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu dan daerah lainnya.

Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 500/6464/SJ Tahun 2026, tim tersebut dipimpin sekretaris daerah sebagai ketua dan kepala Bappeda sebagai sekretaris. Keanggotaan tim melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, dan Bank Indonesia, menunjukkan kolaborasi menyeluruh untuk akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu.

La Ode mengatakan, tim tersebut bertugas melakukan pemantauan, pengawalan, dan pelaporan terhadap pelaksanaan program percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Tim ini memiliki tugas melakukan pemantauan, pengawalan, dan pelaporan terhadap pelaksanaan percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga berbagai program strategis dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN 2025–2029 yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Pemerintah pusat menekankan agar target tersebut didukung perencanaan yang realistis dan diterjemahkan melalui program konkret di lapangan.

Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Palu secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) tercatat 5,96 persen. Angka tersebut melampaui target pertumbuhan ekonomi Kota Palu tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 5,27 persen.

Capaian itu menjadi modal bagi Pemkot Palu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja perekonomian daerah. Pemerintah kota akan mendorong sinergi lintas sektor, optimalisasi program pembangunan, penguatan sektor ekonomi produktif, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat demi percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu.

Melalui rapat tersebut, Pemkot Palu menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah pusat dalam mengawal pertumbuhan ekonomi daerah. Pemkot Palu berharap tren pertumbuhan ekonomi yang telah melampaui target 2026 dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah dan pencapaian target nasional 8 persen pada 2029. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perencanaan pembangunan nasional, kunjungi situs resmi Bappenas.