ROMA, NARASITA – Paolo Maldini dan Leonardo dikabarkan telah menemui Pep Guardiola di Barcelona pada Juli 2026, menawarinya posisi sebagai pelatih Timnas Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sangat serius memboyong Guardiola demi membangkitkan performa Azzurri yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dengan kompensasi besar siap diberikan meskipun sang juru taktik masih menikmati masa cuti dari dunia kepelatihan.
Pertemuan resmi antara Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini dan penasihat Leonardo dengan Pep Guardiola terjadi di Barcelona pada Juli 2026. Langkah ini diambil setelah Timnas Italia kembali menelan pil pahit, gagal lolos ke tiga Piala Dunia berturut-turut, yaitu edisi 2018, 2022, dan 2026. Kegagalan terakhir terjadi setelah kalah adu penalti dari Bosnia di babak play-off, memperparah krisis sepak bola di negara tersebut.
Guardiola sendiri baru saja mengakhiri 10 tahun kiprah gemilangnya bersama Manchester City pada Mei 2026, dengan koleksi 20 trofi. Ia memutuskan untuk mundur karena alasan kelelahan mental dan keinginan untuk fokus pada keluarganya. Kondisi ini membuat peluangnya menerima tawaran untuk menjadi Pep Guardiola pelatih Italia masih menjadi tanda tanya besar.
Meskipun demikian, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tampak sangat bertekad. Mereka dilaporkan siap memberikan kompensasi finansial yang sangat besar untuk membujuk mantan arsitek Barcelona itu. FIGC tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga mengincar proyek jangka panjang termasuk pembinaan pemain muda untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.
Rekam jejak Guardiola yang gemilang, termasuk dua kali juara Liga Champions bersama Barcelona dan dominasi Liga Inggris bersama Manchester City, menjadi daya tarik utama. Filosofi ‘possession football’ yang diusungnya dianggap cocok untuk membangkitkan kembali gaya bermain Italia. Selain itu, Guardiola juga memiliki koneksi kuat dengan Italia, pernah bermain di Serie A bersama Brescia dan AS Roma, serta fasih berbahasa Italia.
Namun, tawaran kepada Pep Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia juga dihadapkan pada beberapa tantangan. Selain masa cuti pribadi Guardiola, ada tekanan besar dari publik untuk mendapatkan hasil cepat di kompetisi seperti Nations League dan Euro 2028. Kompetisi kandidat lain juga cukup kuat, di mana Antonio Conte disebut-sebut sudah menyetujui kesepakatan, sementara nama Roberto Mancini dan Andrea Pirlo juga masuk dalam radar FIGC.
Situasi ini menempatkan Italia dalam persimpangan penting. Keinginan kuat FIGC untuk menjadikan Pep Guardiola pelatih Italia menunjukkan ambisi besar, namun realitas bahwa Guardiola masih ingin istirahat dan keberadaan kandidat lain seperti Antonio Conte membuat masa depan kursi kepelatihan Azzurri masih abu-abu.





