TANJUNGPINANG, NARASITA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 akan diselenggarakan pada Kamis, 23 Juli 2026, dengan pusat acara nasional di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama berbagai pihak, momentum Hari Anak Nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan, serta dukungan tumbuh kembang mereka demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Rangkaian acara edukatif, kampanye Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (Gernas #RANA), serta pertunjukan budaya akan memeriahkan peringatan penting ini.

Peringatan Hari Anak Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Dengan tema resmi “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” HAN ke-42 menyoroti tujuh isu strategis, termasuk perlindungan anak dari kekerasan, kesehatan mental, pendidikan, partisipasi anak, keamanan ruang digital, serta pencegahan perkawinan anak. Logo resmi menampilkan tiga anak memegang Bendera Merah Putih, melambangkan kesetaraan kesempatan bagi semua anak Indonesia.

Konsep acara nasional yang bertajuk “Main Raya Anak Nusantara” akan menonjolkan pentingnya ruang bermain aman, pendidikan layak, dan pelestarian budaya lokal, seperti Tari Boria khas Kepulauan Riau. Selain itu, kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN), lomba video kreatif anak, Jelajah SAPA, dan kampanye #RANA juga turut digalakkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat semakin peduli terhadap hak anak. Rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak, perlindungan, dan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan,” kata Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Estimasi sekitar 5.000 orang, termasuk anak-anak, keluarga, komunitas, dan pejabat, akan hadir langsung di Tanjungpinang untuk memeriahkan puncak peringatan Hari Anak Nasional. Kampanye digital dengan tagar #RANA dan #HAN2026 diproyeksikan menjangkau jutaan interaksi di media sosial. Anggaran kegiatan sekitar Rp 15 miliar dialokasikan dari APBN Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2026 untuk seluruh rangkaian acara nasional dan daerah.

Peringatan ke-42 Hari Anak Nasional ini merupakan bagian integral dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan anak-anak sebagai fokus utama pembangunan berkelanjutan. Upaya penguatan keluarga, kesehatan mental, pendidikan inklusif, dan partisipasi anak menjadi prioritas. Melindungi anak hari ini berarti membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih kokoh dan berdaya saing.

“Warisan dunia adalah jembatan antarbangsa. Begitu pula anak-anak, mereka adalah jembatan masa depan yang harus kita lindungi,” kata Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO.