LONDON, NARASITA – Kepemimpinan Xabi Alonso di Chelsea mulai menjadi sorotan publik setelah munculnya laporan mengenai potensi perpecahan di skuad. Isu pembagian tim menjadi ‘Tim A’ dan ‘Tim B’ selama tur pramusim 2026 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemain yang merasa tidak masuk dalam rencana utama sang pelatih. Pihak klub telah memberikan klarifikasi resmi mengenai polemik Xabi Alonso di Chelsea ini.
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa beberapa pemain merasa seolah-olah Xabi Alonso membagi skuad Chelsea menjadi dua kelompok berbeda. Para pemain yang lebih sering berlatih bersama rekan-rekan muda atau pemain dengan status yang belum jelas, mulai merasa tidak diperhitungkan oleh pelatih baru tersebut. Kondisi ini memicu spekulasi mengenai masa depan beberapa nama di Stamford Bridge.
Chelsea Football Club dengan tegas membantah isu tersebut. Klub Premier League itu menegaskan bahwa Xabi Alonso justru memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemain. Termasuk di antaranya adalah para pemain muda di bawah usia 21 tahun untuk dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama pramusim.
“Tidak ada pembagian tingkatan dalam tim selama tur pramusim. Pelatih Xabi Alonso memberikan perhatian dan kesempatan yang merata kepada semua pemain, termasuk mereka yang berusia di bawah 21 tahun,” kata perwakilan resmi Chelsea.
Meskipun demikian, dugaan bahwa pemain seperti Liam Delap, striker berusia 23 tahun, dan Tosin Adarabioyo, bek tengah berusia 28 tahun, termasuk di antara yang merasa kurang puas, masih terus mengemuka. Kedua pemain ini disebut-sebut khawatir tidak masuk dalam rencana jangka panjang Xabi Alonso di Chelsea.
Situasi ini menimbulkan dilema klasik dalam dunia sepak bola profesional. Ketika seorang pemain merasa tidak lagi diperhitungkan atau mendapatkan menit bermain yang cukup, mencari klub baru yang dapat menawarkan kesempatan reguler seringkali menjadi pilihan terbaik. Harmoni tim di awal musim merupakan kunci penting bagi kesuksesan klub.





