PALU, NARASITA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, dengan fokus mewujudkan visi “Satu Rumah Tangga Satu Sarjana” melalui program andalan mereka, Berani Cerdas. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat.
Komitmen Pemprov Sulteng terhadap pendidikan diwujudkan lewat program Berani Cerdas yang diproyeksikan menjangkau sekitar 47 ribu mahasiswa penerima manfaat pada tahun anggaran 2026. Program ini merupakan langkah konkret untuk memastikan setiap rumah tangga di Sulteng memiliki setidaknya satu sarjana.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Drs. Firmanzah, menjelaskan bahwa dukungan pemerintah melalui program Berani Cerdas tidak hanya berupa beasiswa bagi mahasiswa. Program ini juga mencakup bantuan pendidikan untuk siswa dari keluarga kurang mampu, beasiswa Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa, pembiayaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa SMK, serta dukungan bagi guru dan profesi pendidik.
Bantuan juga merambah pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital. Untuk tahun 2026, total anggaran yang dialokasikan untuk program Berani Cerdas ini mencapai Rp355,261 miliar, menunjukkan keseriusan Pemprov Sulteng.
Kebijakan pendidikan ini juga memiliki dasar konstitusional yang kuat. Pasal 31 UUD 1945 dengan jelas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan negara berkewajiban membiayai pendidikan dasar serta menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.
Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 lebih lanjut mengamanatkan negara untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Aspek kebudayaan, yang tak terpisahkan dari pendidikan, juga dijamin oleh Pasal 32 UUD 1945.
Dengan demikian, program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah tidak hanya berupaya meningkatkan partisipasi pendidikan. Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia daerah, sehingga semakin banyak masyarakat Sulteng yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi pada pembangunan daerah.





