SIDOARJO, NARASITA – Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hakim Keracunan makanan Menu Buka Gizi (MBG) pada akhir Agustus 2026. Sebanyak 431 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hakim di Sidoarjo, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan massal.
Peristiwa dugaan Santri Ponpes Manbaul Hakim Keracunan ini membuat pihak kepolisian turun tangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Dinas terkait juga telah menanggapi kejadian ini dengan serius.
Polda Sidoarjo telah memulai penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari dugaan Santri Ponpes Manbaul Hakim Keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi para santri telah diambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan berbahaya yang mungkin ada.
Penyedia Menu Buka Gizi (MBG) dengan inisial SPPG telah disuspensi sementara operasionalnya. Hal ini dilakukan hingga hasil investigasi keluar dan penyebab keracunan massal Santri Ponpes Manbaul Hakim Keracunan dapat dipastikan.
Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hakim membantah bahwa makanan penyebab keracunan diolah di lingkungan pesantren. Mereka menyatakan menu tersebut berasal dari penyedia luar.
“431 santri dirawat usai keracunan MBG, Manbaul Hakim bantah menu diolah di ponpes,” kata perwakilan Pondok Pesantren Manbaul Hakim.
Dugaan Santri Ponpes Manbaul Hakim Keracunan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan memicu perdebatan mengenai standar keamanan pangan di lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren. Pemerintah diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan yang didistribusikan di lingkungan pesantren.





