PALU, NARASITA – Anggota DPRD Kota Palu, Haekal Ishak, menggelar penjaringan aspirasi masyarakat atau reses Caturwulan II di Jalan Danau Poso, Kota Palu.Jumat (21/8/2027).Dalam kesempatan ini, banyak warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kondisi jalan, drainase, bantuan bagi lanjut usia (lansia), hingga rencana revitalisasi Palu Plaza. Kegiatan ini menjadi ajang bagi Haekal Ishak serap aspirasi langsung dari masyarakat.

Salah satu warga dari wilayah Sis Aljufri, khususnya Lorong I, Hasad menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum mendapat perhatian pemerintah. Menurut warga, jalan di lorong tersebut terakhir kali diaspal sekitar tahun 2009 atau 2010 dan hingga kini belum ada peningkatan. Mereka membandingkan kondisi jalan di Lorong I Sis Aljufri dengan Jalan Alam Raya yang disebut lebih baik. 

Selain jalan, persoalan drainase juga menjadi perhatian utama warga. Mereka mengeluhkan genangan dan banjir yang kerap terjadi ketika hujan turun, meskipun intensitas hujan tidak berlangsung lama. Warga berharap pemerintah dapat melakukan pembenahan sistem drainase agar aliran air tidak meluap ke permukiman, bahkan ada yang terpaksa melakukan perbaikan mandiri untuk mengantisipasi banjir. Keluhan drainase ini menjadi salah satu fokus saat Haekal Ishak serap aspirasi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Haekal mengatakan persoalan jalan dan drainase memang menjadi masukan yang berulang kali disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses. 

Ia mengatakan, persoalan drainase juga menjadi salah satu polemik yang terus muncul dalam setiap reses yang dilakukannya di wilayah tersebut. “Drainase ini menjadi polemik di setiap reses saya, khususnya di sini juga masih membahas soal itu. Bagaimana supaya drainase tidak meluap dan banjir, karena hujan sebentar saja sudah langsung meluap,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perhatian pemerintah terhadap masyarakat lanjut usia. Warga berharap terdapat program atau bantuan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan para lansia. 

Haekal menjelaskan bahwa pemerintah tetap memiliki program bantuan bagi lansia. Namun, penyaluran bantuan tersebut mempertimbangkan data dan kategori desil penerima manfaat. “Sudah dijelaskan juga oleh Ibu Lurah bahwa bantuan pemerintah tetap ada, tetapi dengan melihat desil,” katanya.

Dalam reses itu, warga juga mempertanyakan janji pemerintah terkait revitalisasi Palu Plaza. Salah seorang ketua RT, Ramdani, meminta kejelasan mengenai rencana tersebut. 

Haekal mengaku baru mengetahui adanya aspirasi mengenai janji revitalisasi Palu Plaza dari masyarakat dalam kegiatan reses tersebut. Ll

Haekal menegaskan, seluruh masukan masyarakat yang disampaikan dalam reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD sesuai kewenangan yang dimiliki. Kegiatan reses ini dikoordinatori A. Agustiartie dan Degrita Tobigo, dengan pendamping A. Riski Amelia Febriani dan Safitra.