BARCELONA, NARASITA – Pelatih Hansi Flick dilaporkan memulai revolusi disiplin di tubuh FC Barcelona sejak awal musim 2026/27. Pelatih asal Jerman itu menegaskan, sistem dan kerja keras jauh lebih penting daripada nama besar pemain. Konsekuensinya, Alejandro Balde dan Jules Koundé menjadi sorotan karena performa mereka dianggap belum sesuai tuntutan Flick.
Filosofi Flick berpusat pada meritokrasi, disiplin, dan kerja keras tanpa kompromi. Ia ingin mengakhiri era perlakuan istimewa bagi pemain bintang, menggantinya dengan pendekatan yang lebih mengutamakan performa di lapangan. Ini merupakan langkah drastis untuk memperbaiki pertahanan Barcelona yang kebobolan 42 gol di La Liga musim 2025/26.
Bek kiri berusia 22 tahun, Alejandro Balde, yang memiliki nilai pasar €50 juta dan kontrak hingga Juni 2028, menerima ultimatum keras. Flick menuntut perkembangan signifikan dari Balde. Jika tidak, posisinya di tim utama bisa terancam.
Situasi serupa juga dialami bek tengah Jules Koundé. Pemain berusia 27 tahun dengan nilai pasar €45 juta dan kontrak hingga Juni 2027 tersebut kini ditempatkan sebagai pilihan kedua di belakang Eric García. Bahkan, posisinya bisa turun lebih jauh jika ada bek baru yang bergabung dengan skuad.
“Flick telah mengirim pesan tegas kepada Balde: jika tak berkembang dan tak memberikan segalanya, tak ada tempat bagimu di tim ini,” ujar sumber internal Barcelona, menyoroti pendekatan tanpa ampun sang pelatih.
Laporan media Spanyol turut mengamini hal tersebut. “Koundé kini menjadi pilihan kedua di belakang Eric García, dan tetap bek pilihan keempat. Jika ada bek baru datang, posisinya bisa turun ke kelima,” demikian bunyi laporan yang menunjukkan posisi Koundé kian terpojok.
Sementara itu, Eric García, bek tengah berusia 25 tahun dengan nilai pasar €30 juta dan kontrak hingga Juni 2029, justru mendapat kepercayaan lebih dari Flick. Ini menunjukkan bahwa sang pelatih tidak ragu untuk memprioritaskan pemain yang dianggap paling sesuai dengan sistemnya, terlepas dari status atau nilai pasar.
Langkah Revolusi Disiplin Flick Barcelona ini diharapkan dapat mengembalikan performa dan wibawa klub Catalan tersebut. Pendekatan keras ini menjadi sinyal jelas bahwa di bawah kepemimpinan Hansi Flick, hanya pemain yang mau bekerja keras dan beradaptasi dengan sistemlah yang akan mendapatkan tempat di tim utama.






