HOLLYWOOD, NARASITA – Film epik “The Odyssey” garapan sutradara visioner Christopher Nolan secara resmi merajai Box Office global pada akhir pekan debutnya, 19 Juli 2026. Adaptasi modern dari puisi epik Homer ini berhasil mencetak rekor pendapatan fantastis, menarik jutaan penonton di 3.919 bioskop domestik AS/Kanada dan 73 pasar internasional berkat teknologi IMAX penuh dan promosi masif Universal Pictures.
Total pendapatan global “The Odyssey” mencapai Rp4,3 triliun (US$264,1 juta) di akhir pekan perdananya. Angka ini terdiri dari Rp2,03 triliun (US$124,5 juta) dari pasar domestik Amerika Serikat dan Kanada, serta Rp2,28 triliun (US$139,6 juta) dari 73 pasar internasional. Pencapaian ini menandai debut global terbesar sepanjang karier Christopher Nolan, melampaui capaian film sebelumnya.
Dengan biaya produksi Rp4 triliun (US$250 juta) dan pemasaran Rp2 triliun (US$125 juta), Universal Pictures berhasil menciptakan fenomena. “The Odyssey” juga menjadi produksi pertama yang sepenuhnya menggunakan kamera IMAX, sebuah inovasi yang jelas menarik minat penonton untuk pengalaman sinematik premium. Strategi ini terbukti efektif dalam mendongkrak pendapatan Box Office.
“Ada antusiasme yang nyata di pasar domestik akhir pekan ini untuk ‘The Odyssey’. Film ini berhasil menarik penonton lintas generasi,” kata Jim Orr, Presiden Distribusi Teater Domestik Universal Pictures.
Respon penonton terhadap “The Odyssey” sangat positif, terbukti dengan skor CinemaScore “A” dan rating 95% dari kritikus serta 97% dari audiens di Rotten Tomatoes. Meskipun memiliki rating R yang membatasi penonton di bawah 17 tahun, film berdurasi hampir tiga jam ini sukses menarik demografi beragam, dengan 56% penonton laki-laki dan 50% berusia antara 18–34 tahun, menegaskan keberhasilan The Odyssey Box Office yang merata.
“Christopher Nolan adalah satu-satunya pembuat film saat ini yang bisa mengangkat kisah kuno, mengumpulkan jajaran aktor kelas dunia, dan menjadikannya peristiwa budaya pop,” ujar David A. Gross, analis box office FranchiseRe.
Di pasar internasional, Inggris & Irlandia menjadi penyumbang terbesar dengan Rp278 miliar (US$17,4 juta), diikuti Prancis Rp219 miliar (US$13,7 juta) dan Italia Rp184 miliar (US$11,5 juta). Potensi The Odyssey Box Office masih sangat besar karena film ini belum tayang di pasar-pasar utama Asia seperti Korea Selatan, China, dan Jepang. Universal menargetkan keuntungan signifikan, dengan minimnya kompetisi serius hingga rilis “Spider-Man: Brand New Day” pada 31 Juli 2026, yang akan menentukan kinerja Box Office jangka panjang.
“Dengan ‘The Odyssey’, kami memiliki kesempatan luar biasa untuk menyatukan penonton di seluruh dunia melalui cerita yang telah bergema lintas budaya selama berabad-abad,” pungkas Veronika Kwan Vandenberg, Presiden Distribusi Universal Pictures International.





