Narasita – DONGGALA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanantovea sejak siang hari menyebabkan terjadinya banjir bandang di Desa Wombo, Kabupaten Donggala, pada Selasa, 27 Mei 2025. Banjir yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WITA ini mengakibatkan aliran sungai di sekitar permukiman warga meluap, menyeret material lumpur, kayu, dan sampah, serta menggenangi rumah-rumah penduduk.
Di tengah kepanikan warga yang mencoba menyelamatkan diri dan barang-barang berharga, satu orang warga dilaporkan hilang. Korban diketahui bernama Rano, seorang perempuan berusia 54 tahun yang merupakan warga setempat. Menurut informasi dari keluarga dan saksi mata, Rano terakhir terlihat saat hendak menutup pintu rumahnya ketika air mulai naik. Namun dalam hitungan menit, arus deras sudah menerjang kawasan itu dan menyeret apapun yang dilaluinya, termasuk korban.
Laporan mengenai kejadian ini langsung diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Sulawesi Tengah, yang kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu. Merespons laporan tersebut, satu tim rescue segera dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan kendaraan operasional serta membawa satu unit perahu karet untuk mendukung proses evakuasi dan pencarian.
Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan aparat desa, keluarga korban, dan relawan dari potensi SAR lainnya. Proses pencarian difokuskan di titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur aliran air, termasuk sungai kecil dan area persawahan di sekitar desa yang turut terendam.
“Kami telah menurunkan tim untuk melaksanakan operasi SAR terhadap korban yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Desa Wombo. Tim kami akan terus melakukan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan,” ujar Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, dalam pernyataan resminya.
Hingga laporan ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung. Medan yang sulit dan aliran air yang masih cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap siaga, mengingat hujan masih mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Donggala dan potensi banjir susulan masih cukup tinggi.
Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan rawan seperti Desa Wombo yang dikelilingi aliran sungai dan perbukitan. Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.





