Narasita.com- PALU – Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI Fraksi Gerindra menuai sorotan. Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah menilai, langkah tersebut bukan sekadar pengunduran diri, melainkan hilangnya salah satu simbol penting representasi anak muda dan perempuan di parlemen.

Koordinator Rembuk Pemuda Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, menegaskan mundurnya Saraswati harus dibaca lebih luas dari sekadar pergeseran posisi politik.

“Mundurnya Rahayu Saraswati sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra adalah mundurnya satu simbol tokoh perempuan di republik ini,” ujar Fathur, di Palu, Jumat (20/9/2025).

Meski demikian, Rembuk Pemuda Sulteng berharap dedikasi dan kepedulian Saraswati tidak berhenti seiring dengan pengunduran dirinya. Menurut Fathur, semangat menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat perlu terus digaungkan sebagai teladan generasi muda.

Sebelumnya, Saraswati menyampaikan pengunduran diri itu dilandasi pertimbangan pribadi dan profesional. Ia menyebut telah melakukan refleksi panjang mengenai kontribusi terbaik yang bisa diberikan bagi bangsa.

“Keputusan ini murni dilandasi oleh pertimbangan pribadi dan profesional yang mendalam, serta refleksi panjang mengenai arah kontribusi terbaik yang bisa saya berikan untuk bangsa dan negara di fase kehidupan saya saat ini,” kata Saraswati.

Sepanjang kiprahnya di parlemen, Saraswati dikenal konsisten menyuarakan aspirasi rakyat melalui gagasan-gagasan segar. Kehadirannya dinilai membuktikan kapasitas anak muda dalam menentukan arah bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Saraswati berpesan agar generasi muda terus berperan aktif di ruang publik.

“Kalianlah arsitek masa depan, pembawa obor inovasi, dan suara kejujuran yang paling lantang,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya kini akan fokus pada riset, pengembangan kebijakan publik, pendidikan, dan isu-isu sosial yang diyakini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Fathur menutup dengan menegaskan komitmen untuk meneruskan semangat yang diwariskan Saraswati.

“Komitmen saya tidak akan mematikan api semangat sebagaimana pesan Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda. Saya akan tetap menyalakan semangat di tanah Sulawesi Tengah dengan berembuk, beraksi, dan berdampak. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,” ucapnya.