Narasita.com- donggala-Banjir melanda Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1/2026), akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 16 kepala keluarga terdampak serta merusak sejumlah fasilitas umum.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu menerima laporan kejadian pada pukul 14.08 Wita dari Ditpolair. Informasi tersebut menyebutkan adanya kenaikan debit air yang menggenangi permukiman warga dan membutuhkan bantuan evakuasi.

“Curah hujan tinggi sejak sekitar pukul 11.00 Wita menyebabkan banjir di Desa Wani. Tim SAR langsung kami kerahkan setelah menerima laporan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh Rizal, dalam keterangan tertulisnya minggu malam.

Tim Rescue KPP Palu bersama unsur SAR gabungan tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.20 Wita. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, melakukan briefing, serta membagi tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

Sekitar pukul 15.30 Wita, tim SAR gabungan melakukan asesmen lapangan sekaligus evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Berdasarkan hasil asesmen, banjir mengakibatkan 3 unit rumah hanyut, 2 jembatan terputus, serta merendam 1 unit Posyandu.

Pada pukul 18.30 Wita, air banjir dilaporkan telah surut dan kondisi cuaca di lokasi berangsur cerah. Situasi dinyatakan aman dan terkendali.

“Dengan kondisi air yang sudah surut dan tidak ada lagi ancaman lanjutan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 19.00 Wita,” ujar Kakansar Palu.

Selama operasi, unsur yang terlibat antara lain Tim Rescue KPP Palu, Polair, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi kendaraan rescue, perahu karet, peralatan evakuasi air, alat komunikasi, dan perlengkapan medis.

Hingga operasi berakhir, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing.

Basarnas mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor ke layanan darurat 115 apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa.rlis