Narasita.com- TOLITOLI — Ketua Bidang MEDKOM DPD IMM Sulawesi Tengah, Fathur Rahman, meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) di Kabupaten Tolitoli guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Menurut Fathur, posisi geografis Tolitoli yang memiliki wilayah pesisir luas dan akses laut terbuka dinilai memerlukan pengawasan lebih maksimal terhadap potensi peredaran narkotika.
“Pemerintah tidak boleh menunggu sampai kasus narkoba semakin meluas. Tolitoli membutuhkan kehadiran BNNK sebagai langkah konkret untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap peredaran narkotika,” kata Fathur dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Ia menuturkan, Kabupaten Tolitoli berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi yang menjadi jalur aktivitas transportasi dan perlintasan laut masyarakat. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadikan wilayah itu memiliki potensi kerawanan terhadap masuknya peredaran narkotika.
Fathur menilai, ancaman narkoba saat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga mulai menyasar wilayah pesisir dan daerah dengan akses jalur laut terbuka.
Karena itu, ia menegaskan upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga perlu dibarengi edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita harus menyelamatkan generasi muda sejak sekarang. Edukasi tentang bahaya narkoba harus diperkuat di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen pencegahan narkoba, DPD IMM Sulawesi Tengah sebelumnya menggelar pelatihan mubaligh di Tolitoli dengan memasukkan materi mengenai bahaya narkoba kepada pelajar.
Menurut Fathur, kegiatan tersebut merupakan upaya organisasi dalam membangun kesadaran generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan masa depan mereka.
“IMM tidak hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga turun langsung memberikan edukasi kepada pelajar tentang ancaman narkoba. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjaga generasi muda,” kata dia.
Ia berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait dapat segera mendorong realisasi pembentukan BNNK di Tolitoli agar penanganan narkotika berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.rlis





