Narasita.com- PALU, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan biaya Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan ditanggung pemerintah melalui anggaran yang telah disiapkan. Dana penggantian biaya tersebut dijadwalkan mulai dicairkan pada bulan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa yang selama ini harus menanggung biaya Prakerin secara mandiri.
“Untuk tahun ini, biaya Prakerin bulan ini segera dicairkan. Apabila belum cair dan siswa sudah turun Prakerin sehingga masih menggunakan biaya pribadi, Insya Allah bulan ini akan kami gantikan,” kata Firmanza, Senin (6/7/2026).
Firmanza menjelaskan, siswa yang telah lebih dulu menggunakan dana pribadi untuk mengikuti Prakerin tidak perlu khawatir karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk mengganti biaya tersebut.
Ia juga meminta seluruh sekolah segera menyalurkan dana penggantian kepada siswa setelah anggaran dicairkan. Menurut dia, siswa maupun orang tua dapat melapor langsung apabila terdapat sekolah yang tidak menyalurkan penggantian biaya sesuai ketentuan.
“Kalau tidak digantikan biaya Prakerin itu oleh sekolah, lapor ke saya,” tegasnya.
Dikatakan kebijakan pembiayaan Prakerin merupakan arahan langsung Gubernur Sulawesi Tengah yang memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan vokasi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan praktik kerja industri bagi siswa SMK.
Menurut Firmanza, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran melalui Dinas Pendidikan untuk menanggung seluruh biaya Prakerin siswa SMK di Sulawesi Tengah.
“Sebab Bapak Gubernur sudah memberikan anggaran kepada Dinas Pendidikan untuk menanggung seluruh biaya Prakerin siswa SMK,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini proses pencairan anggaran masih berada pada tahap penyelesaian administrasi di bagian keuangan, termasuk proses penandatanganan dokumen. Meski demikian, ia memastikan pencairan dana akan segera dilakukan.
“Anggaran itu Insya Allah bulan ini cair. Saat ini tinggal proses di keuangan dan penandatanganan. Semoga segera cair sehingga siswa yang sudah menggunakan dana pribadi dapat segera menerima penggantian biaya,” katanya.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap seluruh siswa SMK dapat mengikuti program Prakerin tanpa terkendala persoalan biaya. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK memasuki dunia kerja.kib





