Narasita.com- PALU – Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Pendidikan Khusus tingkat Provinsi Sulawesi Tengah 2026 resmi ditutup pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Juni itu diikuti siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari 33 sekolah di Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), dan Pendidikan Inklusif Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita, mengatakan ajang tersebut menjadi ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
“Dari sembilan mata lomba telah menghasilkan para juara. Mudah-mudahan mereka terus berbenah dan bisa mewakili daerah ke tingkat nasional,” kata Warsita, Kamis (11/6/2026).
Tahun ini, LKS Pendidikan Khusus mempertandingkan sembilan cabang lomba, di antaranya tata kecantikan, tata busana, tata boga, griya kayu, membatik, teknologi informasi, seni kriya souvenir, dan merangkai bunga. Seluruh peserta berasal dari jenjang SMP-LB dan SMA-LB.
Warsita menilai, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan keterampilan yang dapat menjadi bekal kemandirian peserta didik setelah lulus sekolah.
“Keterampilan ini diharapkan bisa menjadi mata pencaharian mereka ke depan,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan salah satu peserta asal Paleleh yang meraih juara pertama lomba seni kriya dengan produk kerajinan berbahan batok kelapa seperti gantungan kunci dan suvenir.
“Ini sangat kreatif. Nantinya karya-karya seperti ini akan kita tampilkan pada peringatan Hari Disabilitas Internasional dan juga akan dipamerkan serta dijual,” kata Warsita.
Pada kesempatan itu, Warsita menyebut seluruh karya juara pertama mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, yang membeli hasil karya para peserta secara langsung.zal





