Narasita.com- PALU, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi melepas 1.751 jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam seremoni yang berlangsung di Asrama Haji Transit Palu, Kamis (7/5/2026) malam.

Kegiatan pelepasan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait. Pemerintah Kota Palu turut hadir melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palu, Usman.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid meminta seluruh jamaah untuk memusatkan perhatian pada ibadah selama berada di Tanah Suci dan tidak memikirkan urusan rumah tangga yang ditinggalkan.

“Segala urusan di rumah tidak usah dipikirkan. Yang dipikirkan adalah Allah mengundang kita karena kita mendatangi rumah-Nya,” ujar Anwar.

Anwar juga meminta doa dari para jamaah agar proses pemberangkatan haji asal Sulawesi Tengah ke depan dapat dilakukan langsung melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu tanpa transit di Balikpapan.

Menurut dia, pemerintah pusat telah menetapkan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu sebagai bandara internasional sejak 2025. Bahkan, pada Juni 2026, bandara tersebut dijadwalkan mulai melayani penerbangan internasional perdana dengan penumpang asal Tiongkok.

“Saya sedang berusaha dan meminta doa bapak ibu. Mudah-mudahan di masa jabatan saya ini jamaah haji tidak lagi transit di Balikpapan. Karena bandara kita sudah internasional, semoga beberapa tahun ke depan Sulawesi Tengah juga sudah menjadi embarkasi,” katanya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Para jamaah bersama keluarga mengikuti doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Pelepasan jamaah haji tersebut menjadi penanda dimulainya keberangkatan calon jamaah haji asal Sulawesi Tengah menuju Mekkah untuk menunaikan rukun Islam kelima