Narasita.com- PALU, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mencatat sebanyak 2.024 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan di wilayah tersebut sejak kasus pertama teridentifikasi pada 2002 hingga April 2026.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palu, Siti Fitriani, mengatakan jumlah kasus HIV di Kota Palu terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Sejak pertama ditemukan pada tahun 2002 sampai dengan April 2026, jumlah kasus HIV yang tercatat sebanyak 2.024 kasus. Memang ada peningkatan,” kata Siti Fitriani.

Menurut dia, sebagian besar penderita HIV yang ditemukan berada pada kelompok usia produktif. Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Kota Palu bersama seluruh puskesmas aktif melakukan penjaringan dan deteksi kasus di lapangan.

Saat ini, Kota Palu memiliki 14 puskesmas yang masing-masing dilengkapi tim khusus untuk penanganan dan penemuan kasus HIV. Tim dari puskesmas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam melakukan skrining di berbagai lokasi yang dianggap berisiko.

“Kami selalu turun ke lapangan mencari kasus HIV. Setiap puskesmas memiliki tim, kemudian bersama Dinas Kesehatan melakukan penjaringan. Data kasus juga tercatat secara real time,” ujarnya.

Siti menjelaskan, penanganan terhadap pasien HIV meliputi pemeriksaan kesehatan serta pemberian terapi antiretroviral (ARV) sebagai tindak lanjut pengobatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain penanganan medis, Dinkes Kota Palu juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan HIV melalui perilaku hidup sehat dan aman.

Untuk layanan pemeriksaan HIV, masyarakat dapat mengakses fasilitas di sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Talise dan Puskesmas Birobuli. Meski demikian, seluruh puskesmas di Kota Palu memiliki tim yang dapat memberikan layanan terkait HIV.

Siti menambahkan, kasus HIV yang ditemukan berasal dari berbagai sumber, baik melalui penjaringan aktif yang dilakukan petugas kesehatan maupun atas inisiatif masyarakat yang datang memeriksakan diri secara sukarela.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini guna mendeteksi HIV lebih cepat dan mencegah penularan yang lebih luas.

“Kami mengajak masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat melalui perilaku yang benar dan sehat,” katanya.Rul