SIMALUNGUN, NARASITA – Gempa darat berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 19:45 WIB. Guncangan kuat akibat Gempa Simalungun ini dirasakan hingga ke Kota Pematangsiantar, menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat dan membuat warga berhamburan keluar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa episenter Gempa Simalungun berada di darat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Karakteristik ini memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun intensitas guncangannya cukup signifikan dirasakan di banyak daerah.

Sejumlah laporan awal menyebutkan adanya kerusakan ringan, seperti retakan pada beberapa bangunan, pasca Gempa Simalungun ini. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara langsung bergerak cepat untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak yang terjadi di lokasi terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan Gempa Simalungun susulan. BPBD dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan ketersediaan informasi yang akurat bagi publik.

“Gempa darat M6,4 di Simalungun tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan,” kata BMKG.

Guncangan kuat Gempa Simalungun ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa. Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan Gempa Simalungun ini.