POSO, – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026).

Korban diketahui bernama Gito Aprianto (31). Ia dilaporkan terseret arus saat menyeberangi Sungai Lariang pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang bersama adiknya dari lokasi penambangan emas di kawasan Bulu Tuwo.

“Saat menyeberangi Sungai Lariang, korban terseret arus sungai yang cukup deras,” kata Rizal dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu.

Menurut dia, adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena derasnya arus sungai.

Sebelum dilaporkan ke Basarnas, keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri. Akan tetapi, korban belum ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Rizal menjelaskan, pada Rabu pagi pukul 06.30 WITA, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta prosedur keselamatan operasi.

Selanjutnya, operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WITA dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Pencarian dilakukan melalui penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Lariang dan pemantauan menggunakan perahu karet pada area yang memungkinkan untuk dilalui,” ujarnya.

Kedua tim bergerak menuju arah Desa Taba dengan masing-masing area pencarian sepanjang kurang lebih lima kilometer.

Operasi SAR melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, BPBD Kabupaten Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda, serta masyarakat setempat.

Untuk mendukung operasi pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain rescue car, perahu karet, perangkat navigasi, peralatan water rescue, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi.

Hingga pukul 17.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menyisir area pencarian yang telah ditentukan. Namun, korban belum berhasil ditemukan.

“Operasi SAR hari keempat ditutup sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (18/6/2026) setelah dilakukan evaluasi terhadap area pencarian,” kata Rizal.

Tim SAR Gabungan berencana memperluas dan mengoptimalkan area pencarian berdasarkan hasil evaluasi lapangan untuk meningkatkan peluang menemukan korban.rls