NUSA TENGGARA TIMUR, NARASITA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kepolisian Daerah (Polda) NTT bergerak cepat dalam penanganan gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05:58 WITA. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban, pendataan dampak, pemulihan akses, serta upaya masif pencegahan hoaks di tengah kepanikan warga.

Gubernur NTT Melkianus Laka Lena dan Kapolda NTT, didukung Forkopimda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI-Polri, langsung turun tangan. Gempa dangkal dengan kedalaman 15 km di Laut Flores, 30 km timur laut Nagekeo, telah menimbulkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah, khususnya Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Penanganan gempa Flores ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Data sementara dari Gubernur NTT menyebutkan 5 orang meninggal dunia, dengan 2 korban di Sikka dan 3 di Manggarai. Namun, data dari BNPB yang diupdate siang hari menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu 14 orang meninggal dunia, 2 luka berat, dan 11 luka ringan. Ribuan warga, diperkirakan mencapai 2.000 orang, melakukan evakuasi mandiri ke perbukitan untuk mencari tempat aman. Kerusakan juga melanda gedung tinggi, rumah, dan fasilitas umum, serta akses jalan yang tertutup longsor, menambah kompleksitas penanganan gempa Flores ini.

Untuk mempercepat respons, Kapolda NTT telah menyiapkan pesawat khusus guna mobilisasi Forkopimda meninjau langsung lokasi terdampak. Polda NTT juga ditetapkan sebagai pusat informasi resmi penanganan bencana, yang akan mengeluarkan press release harian. Langkah ini diambil untuk memastikan komunikasi publik yang terkoordinasi dan mencegah simpang siur informasi serta hoaks yang kerap muncul saat bencana. Penanganan gempa Flores juga melibatkan pengerahan kontraktor untuk membuka akses jalan yang tertutup.

“Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai. Namun data ini masih diverifikasi,” kata Gubernur NTT Melkianus Laka Lena.

Rumah sakit di wilayah terdampak segera mendirikan tenda darurat untuk menangani korban luka. Bantuan logistik berupa beras dan makanan mulai disalurkan kepada masyarakat. “Setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan gempa Flores agar komunikasi publik lebih terkoordinasi,” tambah Kapolda NTT.

Seluruh kekuatan mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PLN, dan operator telekomunikasi dikerahkan untuk membantu masyarakat Flores. Pemerintah pusat juga berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan logistik lebih lanjut dan menyiapkan helikopter guna menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Upaya komprehensif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pasca penanganan gempa Flores.