Narasita.com- DONGGALA, – Kelompok perempuan di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendapat pelatihan budidaya tanaman pekarangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah.

Kegiatan yang difasilitasi Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) itu memperkenalkan teknik budidaya sayuran dengan memanfaatkan pupuk kompos yang dibuat dari bahan organik di lingkungan sekitar.

Rizal dari ROA mengatakan, pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli kebutuhan dapur.

“Pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebenarnya memiliki potensi untuk menghasilkan berbagai jenis sayuran yang dibutuhkan keluarga sehari-hari,” kata Rizal, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, penggunaan pupuk kompos dipilih karena mudah dibuat dari bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, daun kering, dan limbah rumah tangga organik. Selain ramah lingkungan, kompos juga mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Dalam pelatihan tersebut, anggota Kelompok Perempuan Maju Jaya diperkenalkan berbagai teknik dasar budidaya tanaman pekarangan, mulai dari persiapan media tanam, pembuatan kompos, hingga perawatan tanaman.

Jenis tanaman yang dianjurkan untuk dibudidayakan antara lain cabai, tomat, terong, kangkung, dan bayam yang menjadi kebutuhan konsumsi harian masyarakat.

Rizal menilai keterlibatan perempuan dalam kegiatan tersebut sangat penting karena memiliki peran strategis dalam mengelola kebutuhan pangan keluarga.

“Dengan kemampuan membudidayakan tanaman pekarangan, keluarga dapat memperoleh sumber pangan yang lebih beragam, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pelatihan budidaya, peserta juga didorong untuk memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan kompos. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan yang dijalankan ROA di Desa Rio Mukti. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, perempuan diharapkan semakin aktif mengembangkan kegiatan produktif yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Ketua Kelompok Perempuan Maju Jaya, Nengah Wantri, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, pelatihan yang diawali dengan diskusi mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan dan penggunaan pupuk kompos memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan oleh anggota kelompok.

“Kami bersama anggota kelompok akan mencoba menanam dan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk tanaman sayur-sayuran,” kata Nengah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak keluarga yang memanfaatkan pekarangan secara produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, hasil panen yang berlebih juga berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Melalui kegiatan ini, ROA berharap pemanfaatan pekarangan rumah dapat semakin berkembang di Desa Rio Mukti sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan di tingkat desa.rls