Narasita.com- SIGI, — Tim Psikologi Biro SDM Polda Sulawesi Tengah menggelar pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Kamarora B, Kabupaten Sigi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat yang masih merasakan dampak gempa dan gempa susulan.

Kegiatan dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulteng, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif, bersama personel Bag Psikologi dan didampingi personel Bag SDM Polres Sigi.

Pendampingan diawali dengan kegiatan pembukaan dan sesi ice breaking yang melibatkan anak-anak serta warga terdampak. Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung sebagai upaya mengurangi ketegangan dan kecemasan pascabencana.

Selain memberikan dukungan psikologis, tim juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan diserahkan secara simbolis dan dilanjutkan dengan pembagian paket khusus kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan.

Kompol Akhmad Kunaefi Muarif mengatakan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Menurut dia, perhatian terhadap kondisi mental dan emosional masyarakat sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap semangat dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman serta penuh harapan,” kata Akhmad.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian warga masih mengalami trauma dan merasa khawatir untuk kembali menempati rumah mereka. Kondisi tersebut dipengaruhi masih terjadinya gempa susulan yang memicu kecemasan di tengah masyarakat.

Meski demikian, kehadiran personel kepolisian bersama tim psikologi di lokasi bencana mendapat respons positif dari warga. Kehadiran petugas dinilai mampu memberikan rasa aman, menumbuhkan optimisme, serta membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari pascagempa.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sulawesi Tengah berharap proses pemulihan psikologis masyarakat dapat berjalan lebih cepat sehingga warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.rls